nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkenalkan, Diamantin Lulus S2 UGM di Usia 22 Tahun

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 17:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 19 65 1924656 perkenalkan-diamantin-lulus-s2-ugm-di-usia-22-tahun-Tp4UxsOblB.JPG UGM Mewisuda 1.083 Mahasiswa Pascasarjana (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Ir Panut Mulyono mewisuda dan meluluskan 1.083 wisudawan program pascasarjana. Terdiri 985 orang lulusan Program Magister (S2), termasuk 26 orang di antaranya wisudawan dari Warga Negara Asing, 37 orang lulusan program spesialis, dan 61 orang lulusan program doktor (S3), termasuk 2 orang wisudawan dari Warga Negara Asing.

Dari para wisudawan tersebut, ada Lulusan termuda. Untuk lulusan S2 diraih oleh Diamantin Rohadatul Aisy dari program studi magister agama dan lintas budaya, Pascasarjana yang berhasil meraih gelar master pada usia 22 tahun 7 bulan 18 hari.

Untuk program spesialis diraih Anrizandy Narwidina dari program studi kedokteran gigi anak, Fakultas Kedokteran Gigi yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 27 tahun 9 bulan 15 hari. Sedangkan untuk program doktor diraih oleh Puspita Indra Wardhani dari program studi doktor ilmu geografi, Fakultas Geografi yang berhasil meraih doktor pada usia 29 tahun, 4 bulan, 16 hari.

Rektor UGM mengatakan, para lulusan baru yang diwisuda kali ini akan menjadi bagian dari keluarga besar alumni UGM yang saat ini sudah tersebar di seluruh pelosok nusantara dan bahkan di luar negeri.

“Atas nama UGM saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di UGM,” kata Rektor dalam upcara prosesi wisuda yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, seperti dilandir pada web UGM, Kamis (19/7).

Di hadapan para wisudawan, Rektor mengatakan, Indonesia diprediksi bisa mencapai posisi sebagai negara maju pada tahun 2045, atau tepat seabad sejak kemerdekaan. Untuk mencapai target tersebut, sudah selayaknya perspektif pembangunan nasional yang tak lagi berbasis sumber daya alam, tetapi beralih menjadi berbasis pengetahuan dan teknologi yang menjadi sumber daya strategis bagi kemajuan dan kesejahteraan suatu negara.

“Untuk itu, perguruan tinggi harus hadir, menopang dan menjadi motor pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan,” katanya.

Menurutnya, sudah sejak lama Indonesia membanggakan kekayaan alam yang dimiliki. Namun, di zaman yang kita alami sekarang ini, sumber daya alam tidak lagi cukup untuk menopang kemajuan sebuah bangsa.

“Dalam beberapa tahun belakangan, kita telah menyaksikan dengan mata kita sendiri terdapat negara-negara yang bisa melangkah keluar dari ketertinggalan dan kemsikinan, meski tidak memiliki sumber daya alam. Kemajuan ini mereka dapatkan dengan bersandar pada kekuatan ilmu pengetahuan, sebuah sumber daya yang tak ternilai harganya dengan inovasi,” paparnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini