nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejati Sumut Beri Waktu 14 Hari untuk Penyempurnaan Berkas Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun

ant, Jurnalis · Sabtu 21 Juli 2018 09:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 21 340 1925349 kejati-sumut-beri-waktu-14-hari-untuk-penyempurnaan-berkas-kasus-tenggelamnya-km-sinar-bangun-LksftkI5ol.jpg Pencarian KM Sinar Bangun yang Tenggelam di Danau Toba, Sumut (foto: Antara)

MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) memberikan waktu selama 14 hari untuk menyempurnakan berkas perkara 4 orang tersangka kasus KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba wilayah Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, setelah dikembalikan kepada penyidik Polda Sumut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, mengatakan berkas tersebut harus dilengkapi oleh Polda Sumut. Berkas perkara kapal kayu yang mengalami musibah itu, menurut dia, belum sempurna atau masih P-18 maka dikembalikan.

Masih Belum Ditemukan, Keluarga Korban KM Sinar Bangun Tabur Bunga di Danau Toba Tabur Bunga untuk Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba (foto: Antara)

"Kekurangan berkas perkara tersebut, yakni berupa syarat formil dan materil, serta harus dipenuhi oleh panyidik," ujar Sumanggar di Medan, Sabtu (21/7/2018).

Dia menambahkan, berkas perkara yang dikembalikan itu, Kamis 12 Juli 2018 dan hingga saat ini belum lagi diserahkan kepada Jaksa di Kejati Sumut.

Jaksa masih menunggu berkas perkara tersebut dari Polda Sumut. "Semoga pada pekan depan, berkas perkara itu dapat diterima Kejati Sumut," ucapnya.

Sumanggar menyebutkan, syarat yuridis tersebut, harus sesuai dengan ketentuan Undang-Undang, dan harus dipenuhi oleh Polda Sumut.

Berkas perkara keempat tersangka yang dikembalikan itu yakni TS nakhoda KM Sinar Bangun, dan KN pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Samosir.

"Kemudian tersangkaa FP, pegawai negeri sipil Dishub Samosir, dan RD, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir," kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Robot Bawah Air Deteksi Jasad pada Kedalaman 450 M, Diduga Korban KM Sinar Bangun Pencarian Korban KM Sinar Bangun (foto: Antara)

Sebelumnya, Penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, telah melimpahkan berkas perkara tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun ke Kejaksaan Tinggi Sumut, Senin 2 Juli 2018.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Rabu (4/7) mengatakan keempat tersangka itu, dijerat melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUH Pidana dengan hukuman 10 tahun denda Rp1,5 miliar.

Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Hingga kini, tercatat 21 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, serta 164 penumpang lainnya dinyatakan hilang.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini