nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lapas Sukamiskin Dirazia, Uang Rp102 Juta hingga Perabotan Mewah Ditemukan

Oris Riswan, Jurnalis · Minggu 22 Juli 2018 23:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 22 525 1925841 lapas-sukamiskin-dirazia-uang-rp102-juta-hingga-perabotan-mewah-ditemukan-fwZUGGTGli.jpg Petugas saat razia di Lapas Sukamiskin (foto: Oris/Okezone)

BANDUNG - Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI Sri Puguh Budi Utami bersama jajarannya menggelar razia di Lapas Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, Minggu (22/7/2018) malam.

Dari hasil razia, ditemukan berbagai barang yang tergolong mewah untuk ukuran lapas. Sebab, barang-barang itu seharusnya tidak berada di dalam lapas.

Lemari es, televisi, alat pemanggang roti, kompor, telepon genggam, AC, tabung gas, serta berbagai perabotan lain hasil razia di kamar para narapidana dikumpulkan. Bahkan, didapatkan uang dengan total Rp102 juta.

"Inilah yang kita temukan barang-barang yang ada di dalam kamar (narapidana)," kata Sri.

 sukamiskin

Di Lapas Sukamiskin sendiri ada 522 kamar dengan jumlah penghuni 444 orang. Seluruh kamar pun akan disisir petugas. Sehingga, belum dipastikan berapa total barang yang didapatkan petugas dari hasil razia.

Untuk uang, Sri mengatakan Rp102 juta merupakan jumlah gabungan. Paling banyak, jumlah dimiliki seorang narapidana sekira Rp5 juta. "Ini masing-masing ada labelnya, ini milik siapa, ini milik siapa," ucapnya.

Selanjutnya, barang-barang itu akan dicatat di Register D. Untuk uang atau barang, akan dikembalikan kepada keluarga narapidana. Sementara untuk yang tidak diambil pihak keluarga, barang akan dimusnahkan.

Disinggung soal peredaran uang, hal itu seharusnya tidak terjadi. Uang narapidana harusnya tercatat di Register D dan disimpan. Saat narapidana membutuhkan uang, mereka tinggal mengambilnya kepada petugas.

"Kebetulan (di sini) ada koperasi untuk membeli kebutuhan tambahan di luar makan yang sudah disiapkan oleh lapas. Jadi, koperasi menyiapkan beberapa tambahan kebutuhan berupa rokok, snack, mi instan, itu disiapkan di koperasi, (uang) itu yang dipergunakan mereka untuk belanja," jelas Sri.

 sukamiskin

Razia sendiri dilakukan sebagai respon atas temuan KPK pada Sabtu (21/7/2018) dini hari saat petugas melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. KPK mengendus ada 'jual-beli' fasilitas di dalam lapas.

KPK menemukan adanya fasilitas mewah di dalam lapas. Bahkan, dua narapidana atas nama Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) tidak ada di dalam lapas. Mereka bahkan diduga membawa kunci kamar tahanannya. Belakangan, pihak Kemenkumham menyebut mereka sedang sakit sehingga diizinkan meninggalkan kamarnya untuk mendapat perawatan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini