nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PT KCI Akui Kurang Sosialisasikan Tiket Kertas

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 18:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 23 338 1926236 pt-kci-akui-kurang-sosialisasikan-tiket-kertas-lz5WA8Yrwx.jpg Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti (tengah). (Foto: Fahreza Rizy/Okezone)

JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti mengakui sosialisasi mengenai pembaruan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik (e-ticketing) kurang massif. Akibatnya, banyak penumpang yang kebingungan saat diberlakukan tiket kertas.

"Ini jadi evaluasi kami. Sebenarnya sudah disampaikan, tapi kurang lama dan kurang meluas. Itu nanti bagian Bu Eva (VP Komunikasi) yang tindaklanjuti," kata Wiwik saat jumpa pers di PT KCI, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018).

Ia pun menerima saran dan masukan dari masyarakat yang meminta agar pemberitahuan dilakukan lebih massif lagi. Hal itu akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya. "Saran untuk memberikan sosialisasi lebih lama lagi kita terima," jelasnya.

Selain itu, Wiwik mengaku belum menghitung apakah ada kerugian atau tidak dari pemberlakuan tiket kertas tersebut. Namun, ia menegaskan pemberlakuan tiket kertas sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pada saat sistem tiket elektronik tidak berfungsi.

"Kisaran kerugian belum dihitung. Tapi kalau harga tiket jadi flat, itu untuk pelayanan yang lebih cepat," jelasnya.

Tiket sementara KRL. (Foto: Okezone)

Para pengguna jasa kereta rel listrik (KRL) commuter line diwajibkan membeli tiket kertas di stasiun masing-masing seharga Rp3.000. Ini merupakan imbas dari pembaruan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik (e-ticketing) oleh PT KCI.

Namun, para pengguna jasa KRL mengeluhkan penggunaan tiket kertas tersebut. Imbas dari pembaharuan ini, kepadatan penumpang terjadi di beberapa stasiun.

Penumpang yang mengeluhkan penggunaan tiket kertas ini berpendapat hal tersebut memakan waktu lebih banyak. Sehingga, itu berdampak pada waktu tempuh ke tempat tujuan mereka.

(Baca Juga : Keluhan Penumpang KRL: Kenapa Enggak Diurus Pas Hari Libur!)

Selain itu, mereka juga menganggap pemberitahuan mengenai penggunaan tiket kertas ini kurang massif. Banyak penumpang yang kebingungan atas kebijakan tersebut.

Siang tadi, PT PT KCI telah menyelesaikan proses pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik. Hasilnya, seluruh stasiun KRL saat ini dapat kembali melayani transaksi tiket elektronik menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik dari bank, dan Tiket Harian Berjaminan (THB). Sedangkan tiket kertas tidak lagi digunakan.

(Baca Juga : Menhub Bilang Perbaikan Sistem Tiket KRL Harusnya Selesai Kemarin)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini