nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MNC Business and Education College Terpanggil untuk Bantu Pendidikan di Indonesia

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 16:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 23 65 1926140 mnc-business-and-education-college-terpanggil-untuk-bantu-pendidikan-di-indonesia-CYq6gurHnx.jpg MNC Business and Education Collage menggelar open house (Foto: Taufik Fajar)

JAKARTA - Chairman and CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menghadiri open house MNC Business and Education College, dengan calon mahasiswa dan pelajar sekolah menengah atas (SMA), di Gedung STIE MNC Jalan Arteri Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Hary Tanoesoedibjo mengatakan, masyarakat atau anak-anak yang pernah mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Indonesia masih 2%. Hal ini merupakan salah satu penyebab produktif nasional Tanah Air masih ketinggalan sampai hari ini.

"Maka itu, MNC Group terpanggil, untuk bagaimana bisa membantu masyarakat, dalam bidang pendidikan, itulah ada STIE MNC ini," ujar Hary Tanoesoedibjo dilokasi, Senin (23/7/2018).

Dia menjelaskan, bahwa ilmu itu penting, karena membuat semua masyarakat bisa produktif. Kalau anak-anak muda mendapatkan ilmu yang bisa kuliah, lulus dan bisa membangun bangsa ini.

"Dan tidak kalah pentingnya itu, di dalam STIE MNC ini, tidak hanya ilmu yang diajarkan, tapi karekter, karena dua hal ini sangat penting, bagaimana memberikan ilmu secara relevan kepada para siswa dan bagiamana membangun karakter mereka," tuturnya.

Hary menambahkan, ketimpangan di Indonesia itu, tinggi. Bukan ketimpangan kesejahteraan rakyatnya yang mapan dan tidak, tapi ketimpangan dari pembangunan. Indonesia memiliki 514 kabupaten kota, di mana Jakarta mempunyai mendominasi 30%.

"Jadi akibatnya anak-anak yang pandai itu, ingin membangun di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Daerah ditinggal tidak terbangun. Tugas kita ke depannya bagaimana pemerataan pembangunan terjadi, biar generasi muda potensial itu tinggal di daerahnya. Pemerataan ada dua, satu pemerataan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan, baru kita bisa maju," pungkasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini