Video Adegan Tak Pantas, Warek Universitas Ajak Ospek Taat Panduan

Subhan Sabu, Okezone · Selasa 24 Juli 2018 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 24 65 1926788 video-adegan-tak-pantas-warek-universitas-ajak-ospek-taat-panduan-A0k2gVHkjv.jpg Foto: Penjelasan Viral Video Ospek Adegan Tak Pantas (Subhan/Okezone)

MANADO – Video berdurasi 15 detik berisikan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) atau Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) sempat viral. Video itu cepat menjalar di social media, lantaran berbau tindakan asusila yang bertolak belakang dengan atmosfer pendidikan.

Video itu diduga kuat terjadi di salah satu universitas kenamaan, yakni Universitas Sam Ratulangi. Menanggapi hal ini, pihak Universitas sendiri melalui Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hengky Johanis Kiroh mengatakan, secara pribadi melihat memang apa yang diposting itu adalah sesuatu lelucon saja. Tetapi tidak tahu bagaimana tiba-tiba menjadi viral ke sana kemari dan itu menjurus pada bentuk pornografi.

"Ya tentunya kami sebagai pimpinan universitas tidak berkehendak hal ini terjadi dan berharap kepada semua pimpinan yang ada baik di tingkat rektorat bahkan sampai di tiap-tiap fakultas. Marilah bersama-sama taat terhadap aturan yang menjadi dasar keputusan kita bersama dalam rangka kita melaksanakan pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru tahun 2018 ini," jelas Hengky, Selasa (24/7/2018).

Hengky mengaku sempat terkejut karena sampai dengan malam hari dirinya berada di kampus tidak mendengar atau melihat kejadian tersebut. Dia mengetahui adanya video tersebut pada pukul 24.00 Wita kemarin dan sudah menjadi viral ke mana-mana. Sehingga banyak yang memberi komentar bahwa ini sudah menjurus pada suatu bentuk pengenalan kampus yang sifatnya pornografi.

"Oleh karena itu kami berharap sekali lagi sebagai pimpinan fakultas, mari kita satukan kebersamaan ini. Kalau ada adik-adik kita yang sudah berjalan di luar dari peraturan, kita kembali pada Tuhan karena semua pelaksanaan PK2MB kita punya panduan. Kalau kita taat pada aturan, pada panduan yang menjadi keputusan kita bersama, ya saya percaya tidak akan lagi terjadi hal-hal seperti yang sedang dialami saat ini," lanjut Hengky.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini