nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Video Viral Ospek Adegan Tak Pantas, Ini Penjelasan Lengkap Pihak Kampus

Subhan Sabu, Jurnalis · Selasa 24 Juli 2018 19:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 24 65 1926794 video-viral-ospek-adegan-tak-pantas-ini-penjelasan-lengkap-pihak-kampus-6PYdKjCjAy.jpg Foto: Penjelasan Viral Video Ospek Adegan Tak Pantas (Subhan/Okezone)

MANADO - Salah satu universitas ternama di Kota Manado mendadak menjadi viral setelah beredarnya video yang menggambarkan adegan tak pantas yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Baru (Maba) saat pelaksanaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) atau dahulu lebih populer dengan sebutan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek).

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Flora P Kalalo mengatakan, berita ini kalau dilihat dari sisi hukum mengemuka karena gampangnya mengakses teknologi di media social sehingga tidak bisa menyaring secara utuh mana yang pantas untuk di-publish dan mana yang tidak.

"Yang paling penting adalah keutuhan dari seluruh video itu, yang ter-publish ini hanya apa yang mereka perlu untuk dipublish tapi tidak melihat secara keseluruhan bagaimana senda gurau, bagaimana proses yang terjadi di saat anak-anak itu melakukan kegiatan," jelas Flora, saat jumpa pers, Selasa (24/7/2018).

 

Yang paling penting menurut Flora, yang justru digarisbawahi adalah bagaimana memberikan perlindungan kepada anak-anak dalam proses PK2MB.

"Jadi soal yang dimaksudkan kalimat-kalimat yang ada di situ diviralkan sendiri bukan oleh pihak universitas jadi medsos sendiri yang memviralkan jadi kami tidak pernah ada di situ bisa ke teman-teman semua melihat secara utuh video itu bagaimana kalimat-kalimat yang disebutkan dalam pemberitaan-pemberitaan yang sudah ada yang menyatakan sangat luar biasa mem-blow-up itu," ujar Flora.

Terkait hal tersebut lanjut Flora, pihak fakultas tetap akan menjadi ujung tombak menjaga anak-anak didik untuk nanti bisa berguna bagi bangsa dan negara dan lebih daripada itu Flora menghimbau teman-teman wartawan untuk bisa melihat dari kacamata pendidikan untuk bisa membantu mengawal agar situasi ini bukan malah lebih di perkeruh atau dijadikan peta comply tapi dengan jumpa pers ini bisa kita kawal agar pendidikan di Sulawesi Utara bisa berjalan dengan lebih baik.

Pihak Fakultas, lanjut Flora belum bisa menindak apapun karena yang melakukan viral atau memposting video tersebut belum ditemukan, hanya di-forward tapi tidak tahu siapa yang awalnya menyebarkan video tersebut.

"Nah bagaimana mau melaksanakan sanksi atau tindakan apapun sementara kita tidak mengetahui siapa itu nah kami tentu kalau persoalannya sekarang kami akan tindak lanjuti apabila ada pihak yang merasa dirugikankan, tadi saya sudah kontak dengan anak-anak tidak ada yang dirugikan atau artinya disiksa dipukul atau apapun itu tidak ada mereka hanya lucu-lucuan," lanjut Flora.

 

Lebih lanjut Flora mengatakan bahwa sebenarnya tidak jadi persoalan dengan situasi itu tidak ada sebenarnya hal yang seburuk yang diceritakan dalam pemberitaan, tapi karena dipenggal saja dan itu yang diviralkan.

"Kalau kita hanya melihat dari kacamata apa yang diviralkan itu saja itu memang bukan program akademik dari tidak pantas kita sebut itu, tapi kalau kita melihat secara seutuhnya tidak ada penyiksaan, tidak ada mengajarkan perbuatan asusila, tidak ada mengajarkan apapun dalam proses pra PK2MB yang dicuplik hanya sebagian itu dan itu memang dipandang sebagai hal yang laku nanti," lanjutnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Kris Tumbel masih mencari siapa oknum penyebar video tersebut karena sudah jelas untuk penyebaran video dari tahun ke tahun memang tidak diperbolehkan, mulai dari tindakan ospek dan juga penyebaran video.

"Untuk sanksi panitia sendiri itu semua langsung saya ambil alih, dan sudah mencabut kepanitiaan mereka dan ini resmi menjadi tanggung jawab BEM yang juga bagian dari Panitia PK2MB 2018, sampai saat ini kita belum bisa mendapatkan oknum-oknum yang bisa dikatakan tidak bertanggung jawab, yang akan saya cari tahu siapa yang menyebarkan video itu" pungkas Kris.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hengky Johanis Kiroh mengatakan, bahwa secara pribadi melihat memang apa yang di-posting itu adalah sesuatu lelucon saja, tetapi tidak tahu bagaimana tiba-tiba menjadi viral ke sana kemari dan itu menjurus pada bentuk pornografi.

"Ya tentunya kami sebagai pimpinan universitas tidak berkehendak hal ini terjadi dan berharap kepada semua pimpinan yang ada baik di tingkat rektorat bahkan sampai di tiap-tiap fakultas marilah bersama-sama taat terhadap aturan yang menjadi dasar keputusan kita bersama dalam rangka kita melaksanakan pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru tahun 2018 ini," jelas Hengky.

Hengky mengaku sempat terkejut karena sampai dengan malam hari dirinya berada di kampus tidak mendengar atau melihat kejadian tersebut dan nanti diketahuinya pada pukul 24.00 Wita kemarin dan sudah menjadi viral ke mana-mana sehingga banyak yang memberi komentar bahwa ini sudah menjurus pada suatu bentuk pengenalan kampus yang sifatnya pornografi.

"Oleh karena itu kami berharap sekali lagi sebagai pimpinan fakultas, mari kita satukan kebersamaan ini, kalau ada adik-adik kita yang sudah berjalan di luar dari peraturan, kita kembali pada Tuhan karena semua pelaksanaan PK2MB kita punya panduan, kalau kita taat pada aturan, pada panduan yang menjadi keputusan kita bersama, ya saya percaya tidak akan lagi terjadi hal-hal seperti yang sedang dialami saat ini," pungkas Hengky.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini