Ospek Adegan Tak Pantas, KPAI: Perploncoan Tingkat Mahasiswa Belum Dikikis Habis

Taufik Fajar, Okezone · Rabu 25 Juli 2018 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 25 65 1926978 ospek-adegan-tak-pantas-kpai-perploncoan-tingkat-mahasiswa-belum-dikikis-habis-GQLQLK7prI.jpg Video ospek viral di media sosial (Foto: Instagram)

JAKARTA - Salah satu universitas ternama di Kota Manado mendadak menjadi viral setelah beredarnya video yang menggambarkan adegan tak pantas yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Baru (Maba) saat pelaksanaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) atau dahulu lebih populer dengan sebutan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek).

Menanggapi hal itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawati mengatakan bahwa adanya praktik perploncoan pada sebuah komunitas baru, bahkan di unit elit setingkat mahasiswa, nampaknya belum bisa sepenuhnya dikikis habis.

ospek

"Jadi, kasus kegiatan Ospek dengan melakukan adegan-adegan tak pantas, seolah sah karena bisa mengundang gelak tawa. Tentu saja hal ini menjadi sebuah keprihatinan bersama," ujar Siti kepada Okezone, Rabu (25/7/2018).

Dia menjelaskan, jika mengacu pada pasal 1 Ayat 1 UU no 35 tahun 2014 tentang definisi perlindungan anak, maka 'segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi'.

Baca Juga: Video Adegan Tak Pantas, Warek Universitas Ajak Ospek Taat PanduanĀ 

"Karenanya semua perbuatan yang merendahkan harkat martabat kemanusiaan, termasuk pada kegiatan atau perbuatan kekerasan pada anak," tuturnya.

KPAI menghimbau agar kegiatan-kegiatan yang tidak jelas tujuannya atau sekedar untuk lucu-lucuan namun praktiknya malah jadi merendahkan harkat martabat seseorang, sudah saatnya untuk ditinggalkan dan diganti dengan kegiatan lain yang lebih positif.

"Insa Allah masih banyak kegiatan lain yang lebih positif dan tetap menjaga harkat dan martabat kemanusiaan," pungkasnya.

kampus

Seperti diketahui, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Flora P Kalalo mengatakan, berita ini kalau dilihat dari sisi hukum mengemuka karena gampangnya mengakses teknologi di media social sehingga tidak bisa menyaring secara utuh mana yang pantas untuk di-publish dan mana yang tidak.

"Yang paling penting adalah keutuhan dari seluruh video itu, yang ter-publish ini hanya apa yang mereka perlu untuk dipublish tapi tidak melihat secara keseluruhan bagaimana senda gurau, bagaimana proses yang terjadi di saat anak-anak itu melakukan kegiatan," jelas Flora, saat jumpa pers, Selasa 24 Juli 2017.

Baca Juga: Viral Video Ospek Adegan Tak Pantas Diduga di Salah Satu Kampus Ternama

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hengky Johanis Kiroh mengatakan, bahwa secara pribadi melihat memang apa yang di-posting itu adalah sesuatu lelucon saja, tetapi tidak tahu bagaimana tiba-tiba menjadi viral ke sana kemari dan itu menjurus pada bentuk pornografi.

"Ya tentunya kami sebagai pimpinan universitas tidak berkehendak hal ini terjadi dan berharap kepada semua pimpinan yang ada baik di tingkat rektorat bahkan sampai di tiap-tiap fakultas marilah bersama-sama taat terhadap aturan yang menjadi dasar keputusan kita bersama dalam rangka kita melaksanakan pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru tahun 2018 ini," jelas Hengky.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini