Video Viral Ospek Adegan Tak Pantas, Psikolog: Seharusnya Ada Dosen Pendamping

Taufik Fajar, Okezone · Rabu 25 Juli 2018 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 25 65 1927295 video-viral-ospek-adegan-tak-pantas-psikolog-seharusnya-ada-dosen-pendamping-Md9Tbw7zHt.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Salah satu universitas ternama di Kota Manado mendadak menjadi viral setelah beredarnya video yang menggambarkan adegan tak pantas yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Baru (Maba) saat pelaksanaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) atau dahulu lebih populer dengan sebutan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek).

Menanggapi hal itu, psikolog anak Endang Widyorini menilai kegiatan orientasi pengenalan kampus (ospek), itu, merupakan kegiatan akademik universitas. Maka itu, setiap kegiatannya harus ada pendampingan dari pihak kampus seperti dosen dan lainnya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Menurut saya kegiatan ospek itu adalah kegiatan akademik. Jadi, kegiatan itu harus ada dosen pendamping. Susunan acara dan materi harus diketahui dan disetujui oleh dosen juga," ujar Endang kepada Okezone, Rabu (25/7/2018).

 

Dia menjelaskan, apabila ada mahasiswa senior yang mengisi kegiatan yang tidak pantas saat ospek. Maka itu, salah mahasiswa, tapi yang bertanggung jawab itu adalah dosen.

"Peristiwa ini, pembelajaran untuk kita semuanya, mahasiswa cukup dikasih himbauan. Tapi yang penting dari pihak kampus, harus memberikan pendampingan. Mahasiswa harus diajarkan untuk mengerti norma-norma dan bertanggung jawab pada perilakunya," pungkasnya.

Seperti diketahui, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Flora P Kalalo mengatakan, berita ini kalau dilihat dari sisi hukum mengemuka karena gampangnya mengakses teknologi di media social sehingga tidak bisa menyaring secara utuh mana yang pantas untuk di-publish dan mana yang tidak.

"Yang paling penting adalah keutuhan dari seluruh video itu, yang ter-publish ini hanya apa yang mereka perlu untuk dipublish tapi tidak melihat secara keseluruhan bagaimana senda gurau, bagaimana proses yang terjadi di saat anak-anak itu melakukan kegiatan," jelas Flora, saat jumpa pers, Selasa 24 Juli 2017.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hengky Johanis Kiroh mengatakan, bahwa secara pribadi melihat memang apa yang di-posting itu adalah sesuatu lelucon saja, tetapi tidak tahu bagaimana tiba-tiba menjadi viral ke sana kemari dan itu menjurus pada bentuk pornografi.

"Ya tentunya kami sebagai pimpinan universitas tidak berkehendak hal ini terjadi dan berharap kepada semua pimpinan yang ada baik di tingkat rektorat bahkan sampai di tiap-tiap fakultas marilah bersama-sama taat terhadap aturan yang menjadi dasar keputusan kita bersama dalam rangka kita melaksanakan pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru tahun 2018 ini," jelas Hengky.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini