Viral Ospek Adegan Tak Pantas, Menristekdikti: Tak Boleh Lakukan Kekerasan!

Taufik Fajar, Okezone · Kamis 26 Juli 2018 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 26 65 1927574 viral-ospek-adegan-tak-pantas-menristekdikti-tak-boleh-lakukan-kekerasan-ENI2jF7yEq.jpeg Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Salah satu universitas ternama di Kota Manado mendadak menjadi viral setelah beredarnya video yang menggambarkan adegan tak pantas yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Baru (Maba) saat pelaksanaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) atau dahulu lebih populer dengan sebutan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek).

Terkait hal itu, Menteri Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya adegan tak pantas yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Baru (Maba) di salah satu universitas Manado tersebut.

ospek

"Tapi ketentuan umum ospek itu sendiri, tidak boleh melakukan kekerasan. Di mana ini, menyangkut masalah hak seseorang dan tidak boleh terjadi," ujar Nasir kepada wartawan di kantor Kemristekdikti, Jalan Jenderal Sudirman Pintu I, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2018).

Dia menjelaskan, ospek yang diisi dengan penghinaan, atau melakukan bullying sekarang tidak tidak boleh terjadi. Sebab, sudah ada pedomannya. "Kita sudah mempunyai pedoman tentang ospek tidak memperbolehkan melakukan penghinaan," tuturnya.

Baca Juga: Video Viral Ospek Adegan Tak Pantas, Ini Penjelasan Lengkap Pihak Kampus

Seperti diketahui, sebelumnya beredar video berdurasi sekira 15 detik. Dalam video tersebut terekam adegan kurang pantas di mana para mahasiswa laki-laki berkaos merah telentang di lantai lapangan dan menggesekan kepala di pangkuan sesama mahasiswa. Bahkan video itu sempat ramai di salah satu akun Instagram dan mendapat respons dari netizen. Namun, video itu telah ditarik dari akun sosial media tersebut. Diduga kuat, bahwa ospek tersebut terjadi di Universitas Sam Ratulangi.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Flora P Kalalo mengatakan, berita ini kalau dilihat dari sisi hukum mengemuka karena gampangnya mengakses teknologi di media sosial sehingga tidak bisa menyaring secara utuh mana yang pantas untuk di-publish dan mana yang tidak.

kampus

"Yang paling penting adalah keutuhan dari seluruh video itu, yang ter-publish ini hanya apa yang mereka perlu untuk dipublish tapi tidak melihat secara keseluruhan bagaimana senda gurau, bagaimana proses yang terjadi di saat anak-anak itu melakukan kegiatan," jelas Flora, saat jumpa pers, Selasa 24 Juli 2017.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Sam Ratulangi Hengky Johanis Kiroh mengatakan, bahwa secara pribadi melihat memang apa yang di-posting itu adalah sesuatu lelucon saja, tetapi tidak tahu bagaimana tiba-tiba menjadi viral ke sana kemari dan itu menjurus pada bentuk pornografi.

"Ya tentunya kami sebagai pimpinan universitas tidak berkehendak hal ini terjadi dan berharap kepada semua pimpinan yang ada baik di tingkat rektorat bahkan sampai di tiap-tiap fakultas marilah bersama-sama taat terhadap aturan yang menjadi dasar keputusan kita bersama dalam rangka kita melaksanakan pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru tahun 2018 ini," jelas Hengky.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini