nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Retno Resmikan Data Center Luar Negeri Pertama di Seoul

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 14:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 18 1928213 menlu-retno-resmikan-data-center-luar-negeri-pertama-di-seoul-99HgtzxbXD.jpeg Foto: Dok. Kemlu RI.

SEOUL - Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, meresmikan data center pertama Indonesia di luar negeri yang diberi nama Seoul Data Center pada Kamis, 26 Juli. Peresmian Seoul Data Center yang terletak di kantor KBRI Seoul ini ditandai dengan penandatangan prasasti.

Pada kesempatan itu Menlu Retno mengatakan, kecepatan pelayanan dan keamanan data merupakan poin-poin yang harus diperhatikan terkait operasional data center di Seoul.

Seoul Data Center adalah mirror site yang datanya akan disinkronisasi dan terhubung secara real time dengan data center pusat yang terletak di Jakarta. Dengan adanya data center ini, akses sistem informasi/aplikasi layanan publik khususnya untuk pelayanan dan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri akan menjadi semakin mudah dan lancar.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi menjelaskan bahwa Seoul Data Center menawarkan konsep yang innovative, integrated, dan interconnected.

“Dengan adanya Seoul Data Center ini diharapkan kualitas layanan dan performa sistem informasi Kemenlu dapat ditingkatkan,” ujar Dubes Umar.

Acara peresmian yang dihadiri Dubes Umar dan jajaran staf KBRI Seoul ini juga dihadiri oleh General Manager Central Government Services PT Telkom Indonesia sebagai mitra Kementerian Luar Negeri dalam membangun Seoul Data Center.

Selain meresmikan Data Center, Menlu Retno juga melakukan peninjauan ke berbagai fasilitas pelayanan di KBRI Seoul. Menlu menyaksikan secara langsung sistem bagaimana mudah dan cepatnya pendataan dan pelayanan WNI di KBRI Seoul seperti lapor diri, perpanjangan paspor, pengaduan dan penanganan WNI yang terkena masalah dan berbagai pengaduan lain yang salah satunya dapat dilakukan melalui aplikasi WhatsApp melalui sistem WA Center.

“Perlindungan WNI merupakan salah satu prioritas Polugri. Dari waktu ke waktu, inovasi teknologi perlindungan selalu diupayakan, misalnya dengan WA Center ini,” ujarnya.

Selain itu, Menlu RI juga meninjau fasilitas digital catalog yang diperuntukan bagi kalangan dunia usaha Korsel untuk mendapatkan berbagai informasi komoditas RI dan kontak supplier Indonesia secara mudah.

Terakhir Menlu RI meresmikan lukisan mural di sepanjang dinding tembok KBRI Seoul yang saat ini terlihat semarak dengan berbagai mural ikon Indonesia dan Korsel untuk mempromosikan dan menjembatani pemahaman kedua negara, terutama dalam hal budaya dan pariwisata.

Dari sekitar 37 ribu WNI yang tinggal di Korea Selatan, sejumlah 33 ribu merupakan pekerja migran, dengan tingkat pendidikan mulai SMP hingga sarjana, yang tersebar hampir merata di seluruh pelosok Korea.

“Untuk itu KBRI Seoul sentiasa berinovasi membangun sistem layanan dan sarana yang tepat dengan memperhatikan aspek dan kondisi WNI di Korea Selatan,” kata Dubes Umar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini