nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kembali Masuk Kerja di KPK, Novel Baswedan: Saya Terus Bersuara Apapun Risikonya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 11:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 337 1928087 kembali-masuk-kerja-di-kpk-novel-baswedan-saya-terus-bersuara-apapun-risikonya-rx3oQMpB31.jpeg Novel Baswedan berorasi di teras Gedung KPK, Jakarta (Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan hari ini kembali bekerja di lembaga antirasuah, setelah sembuh dari sakit akibat teror air keras. Dia kembali mengemban tugasnya sebagai Kasatgas Penyidikan setelah absen selama 16 bulan.

Novel sempat terharu melihat antusiasme para pegawai KPK yang turut menyambut hari pertamanya bekerja. Terutama, terhadap para pegiat antikorupsi yang tidak pernah padam menyemangati serta ingin menuntaskan kasusnya.

"Saya sampaikan bahwa saya tidak akan berhenti bersuara untuk semua diungkap. Saya tetap bersuara dengan risiko apapun," kata Novel saat memberikan sambutannya di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).

Menurut Novel, pelaku yang melakukan penyerangan terhadap dirinya hingga mengalami kerusakan mata yang cukup parah merupakan orang yang sering menyerang intitusi KPK. Hal itu sudah dikatakan Novel sejak awal disiram air keras.

Novel Baswedan di teras Gedung KPK (Arie/Okezone)

"Ini bukan penyerangan pada diri saya saja, tapi siapa pelakunya?, pelakunya adalah yang berhubungan dengan penyerangan terhadap KPK selama ini," ungkapnya.

Sekadar informasi, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, kedua mata Novel mengalami kerusakan parah bahkan hampir buta. Novel pun harus menjalani operasi di Singapura.

Namun, hingga Novel kembali ke Indonesia, pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu menangkap pelaku ataupun otak di balik penyerangan. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini