nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyaris Buta Akibat Diteror, Novel Baswedan Tegaskan Tak Gentar Lawan Koruptor

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 12:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 337 1928110 nyaris-buta-akibat-diteror-novel-baswedan-tegaskan-tak-gentar-lawan-koruptor-OMPcnnjUVX.jpeg Novel Baswedan berorasi di teras Gedung KPK, Jakarta (Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan awalnya memprediksi bakal buta alias tidak bisa melihat sama sekali usai disiram air keras oleh orang tidak dikenal. Beruntung, kejadian itu tidak sampai membuat Novel buta.

Hal itu diungkapkan Novel saat memberikan sambutan pada hari pertama masuk kerja kembali di KPK setelah 16 bulan absen karena sakit akibat disiram air keras yang pelakunya sampai hari ini tidak mampu ditangkap oleh Polri.

‎"Pada hari ini saya sampaikan, saya beryukur, saya mengalami keadaan sebelumnya saya merasa tidak akan melihat kedua mata saya,” kata Novel di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).

“Alhamdulillah saya hari ini bisa melihat walaupun ada beberapa kendala di penglihatan," sambung Kasatgas Penyidikan KPK ini.

Novel Baswedan di KPK (Arie/Okezone)

Namun, Novel sama sekali tak gentar melawan pelaku korupsi yang mencuri uang Negara, meski pernah diteror hingga kedua matanya nyaris buta. Dia berjanji memaksimalkan kinerjanya walaupun matanya belum pulih total.

"Oleh karena itu sebagai bentuk rasa syukur saya, kami datang ke KPK, saya masuk kerja, dan saya akan melakukan yang saya bisa semaksimal mungkin," terangnya.

Sebagaimana diketahui, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, kedua mata Novel mengalami kerusakan parah bahkan hampir buta. Novel pun harus menjalani operasi di Singapura.

Namun, hingga Novel kembali ke Indonesia, pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu menangkap pelaku ataupun otak di balik penyerangan. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini