nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buah Asal Thailand yang Mengandung Lalat Ganas Gagal Masuk ke Indonesia

Anggun Tifani, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 23:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 27 338 1928432 buah-asal-thailand-yang-mengandung-lalat-ganas-gagal-masuk-ke-indonesia-urdFJiw80B.jpg Petugas memeriksa buah asal Thailand yang mengandung lalat ganas. Foto: Okezone/Anggun

TANGERANG - Terdeteksi mengandung lalat 'ganas', ratusan kilogram buah-buahan dari Thailand ditahan Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan BBKP Bandara Soetta, Maman Suparman mengungkapkan, pihaknya menahan sebanyak 630 kilogram Rose apple atau jambu air dan buah Long Kong sebanyak 180 kilogram.

"Pemasukan ratusan kilogram buah tersebut diketahui lewat jalur legal, karena dilengkapi phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan karantina tumbuhan dari otoritas negara Thailand," kata Maman di Bandara Soetta, Jumat (27/7/2018).

Meskipun dilengkapi sertifikat kesehatan, karantina tumbuhan dari Thailand, petugas BBKP Bandara Soetta tetap melakukan pemeriksaan fisik.

Hasil menunjukkan bahwa buah dalam kondisi busuk dan teridentifikasi membawa serangga hidup.

“Kita lakukan rearing (pemeliharaan) di laboratorium, dan ternyata setelah diidentifikasi salah satu serangganya adalah lalat buah berjenis sangat rakus, yaitu Bactrocera correcta pada jambu air," paparnya.

Foto/Okezone

Maman menjelaskan, lalat buah yang tergolong ganas itu termasuk yang belum ada di Indonesia dan belum tercantum dalam lampiran Permentan No. 51 th 2015.

“Tentu ini bisa menjadi ancaman serius jika masuk dan menyerang pertanian jambu air kita. Komoditas impor yang telah busuk ini juga mengandung Bactrocera dorsalis complex pada jambu air dan kutu putih," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian, Antarjo Dikin mengatakan, pihaknya telah mengajukan pengaduan atau komplain ke Thailand dengan mengirimkan Notification of Non Compliance (NNC).

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Buah yang telah tersertifikasi, namun karena kekurang telitian negara pengekspor, (buah) masih mengandung hama. Karantina memeriksa ulang setiap produk pertanian impor guna kehati-hatian keamanan pangan negara. Kami telah ajukan komplain," ucapnya.

Hayati menegaskan, buah-buahan buah tersebut akan segera dimusnahkan. "Pemusnahan komoditas berbahaya ini segera dilaksanakan dengan cara pembakaran dengan suhu tinggi di incenerator guna menjamin lalat buah, larva dan kutu yang sangat membahayakan pertamanan dan juga kesehatan masyarakat kita dapat benar-benar musnah," tukasnya.

Saat ini ratusan kilogram buah impor berbahaya tersebut, diamankan dan diawasi petugas BBKP Bandara Soetta. Semuanya disimpan di dalam ruang pendingin dan diisolasi, serta dijaga agar hama berupa lalat buah dan larva ini tidak kontak dengan udara luar.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini