nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Waktu Gerhana Bulan Total di Kupang NTT

Adi Rianghepat, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 19:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 27 340 1928401 ini-waktu-gerhana-bulan-total-di-kupang-ntt-03VUMp5qwT.jpg Ilustrasi Foto/Antara

KUPANG - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang memastikan masyarakat di Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan fenomena alam berupa Gerhana Bulan Total (GBT) selama 103 menit pada Sabtu, 28 Juli 2018 dini hari nanti.

"Secara umum di Kupang dan NTT bisa menyaksikan gerhana bulan total ini mulai pukul 01.13 WITA sampai 07.30 WITA," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang Sholakhudin Noor kepada Okezone di Kupang, Jumat (27/7/2018).

Karena terjadi di saat dini hari dan bertepatan dengan salat Subuh, maka diharap Umat Islam bisa melakukan salat Gerhana atau Sholat Khusuf. "Untuk umat muslimin bisa mengadakan sholat gerhana bulan (sholat khusuf) di masjid-masjid terdekat pada saat berlangsungnya gerhana bulan ini," katanya.

Ilustrasi. Foto/Shutterstock

Menurut dia fenomena langka gerhana bulan total ini akan memuncak pada pukul 03.29 - 05.13 WITA sekitar 103 menit dan menjadi gerhana bulan total terlambat hingga lebih dari 100 tahun ke depan.

"Ini fenomena alam yang sangat menarik, dan kami akan terus melakukan pengamatan terhadap kejadian langka itu," katanya, dan meminta masyarakat untuk nonton bersama.

Dia mengatakan, gerhana bulan total ini bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang maupun teleskop dan sangat aman bagi mata jika disaksikan secara langaung. Karena saat ini musim kemarau dia berharap langit akan terus cerah alias tak berawan.

"Kita berharap langit tetap cerah dan tak berawan sehingga bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang dan tanpa halangan karena sangat aman. Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman disaksikan secara langsung," katanya menerangkan.

Secara kelembagaan lanjut dia, BMKG akan melakukan 'live streaming untuk kepentingan pendokumentasian fenomena alam yang langka ini. "Kami juga akan melakukan live streaming di http://bmkg.go.id.gbt, untuk mendokumentasikan fenomena alam yang langka dan terlama di abad ini," katanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini