nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD: Keberagaman adalah Fitrah, Kebersatuan adalah Khittah bagi Indonesia

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 09:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 510 1928046 mahfud-md-keberagaman-adalah-fitrah-kebersatuan-adalah-khittah-bagi-indonesia-kr2h2Bj0QK.jpg Foto: Okezone

YOGYAKARTA - Semua orang yang bertuhan, apa pun agamanya, pasti percaya bahwa Tuhan mahakuasa untuk bisa melakukan apa pun termasuk menyamakan semua manusia dalam satu jenis ras maupun keyakinan agama. Kalau tidak bisa melakukan itu tentu Ia bukan Tuhan yang Maha Kuasa.

“Oleh sebab itu, perbedaan di antara manusia baik ras dan suku maupun agama, pastilah karena diciptakan dan dikehendaki oleh Tuhan sendiri," kata anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD, pada Seminar 'Harmoni dalam Keberagaman' di Yogyakarta Kamis, 26 Juli 2018.

Seminar yang diselenggarakan oleh organisasi Alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta itu, dibuka oleh Mendikbud Muhajir Effendi atas nama Presiden Republik Indonesia.

Mahfud mengatakan, oleh karena perbedaan antar manusia dengan berbagai puak-puak dan keyakinan agama adalah ciptaan Tuhan sendiri, berarti perbedaan dan keberagaman itu adalah fithrah, sesuatu yang tidak bisa dihindari melainkan harus dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.

“Jika mengacu pada ajaran Islam, misalnya, di dalam Qur’an Surat Almaidah ayat (48) dan surat Yunus ayat (99) jelas sekali bahwa Allah sendiri yang menghendaki perbedaan ummat manusia itu dengan dorongan saling bekerjasama dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan dan tidak boleh membenci orang yang berbeda keyakinan” ujar intelektual NU yang dikenal dekat dengan Muhammadiyah dan kalangan lintas agama itu.

 mahfd

“Itu jelas di dalam beberapa ayat Alquran, jadi tak perlu diperdebatkan” tandas Mahfud yang juga Ketua Umum DPP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) itu.

Dalam seminar yang dipimpin oleh Presiden Alumni SMA Kolese De Britto Tony Prasetiantono itu, Mahfud akhirnya menegaskan bahwa jika perbedaan merupakan fitrah maka kebersatuan adalah khitthah atau garis perjuangan bagi bangsa Indonesia yang dibangun dengan prinsip “kebersatuan dalam keberbedaan” yang disemboyankan dengan bhinneka tunggal Ika.

Pada seminar yang dipandu oleh Alumnus SMA De Britto Mayong Suryolaksono itu Mahfud hadir bersama pembicara lain yaitu Menneg/Ketua Bappenas Bambang S. Brodjonegoro, Buya Syafii Maarif, J. Kristiadi, dan Alissa Wahid.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini