nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar RI Yakin Masa Keemasan Indonesia pada 2045

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 11:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 27 65 1928092 pelajar-ri-yakin-masa-keemasan-indonesia-pada-2045-W8MxoeJ5oX.jpg Perhimpunan Mahasiswa di Rusia (Foto: Koran Sindo)

MOSKOW – Berbagai lembaga internasional memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke-5 dunia pada 2030. Para pemuda RI pun yakin masa keemasan Indonesia akan hadir pada 2045.

Keyakinan ini muncul saat Simposium Internasional ke-10 tahun 2018 pada 23-27 Juli 2018 di Moskow, Rusia, atau sepekan setelah berakhirnya perhelatan Piala Dunia Rusia 2018.

Simposium itu digelar Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia. Simposium bertema “Kontribusi Pemuda dalam Strategi Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” ini dibuka Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi.

“Saya menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan simposium ini, dan berharap dari kegiatan ini dapat menghasilkan pemikiran pemikiran segar dan baru dalam menuju Indonesia Emas tahun 2045,” kata Dubes Wahid dalam sambutannya.

400 Pelajar di Banyuwangi Tampilkan Tarian Kreasi Gemar Membaca

Simposium ke-10 ini dihadiri lebih dari 150 orang atau terbesar sepanjang penyelenggaraan simposium. Para peserta yang hadir adalah perwakilan 29 PPI dari 29 negara di Amerika, Eropa, Asia dan Oseania, Timur Tengah dan Afrika, perwakilan dari 4 Badan Eksekutif Nasional (BEM) perguruan tinggi di Indonesia, serta sejumlah tamu undangan, termasuk para pembicara.

Sejumlah pembicara kunci dalam simposium itu adalah Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Mahyudin.

Dalam paparannya mengenai “Peran Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Negara Dominan”, Kapolri Tito Karnavian mengatakan, dalam sejarah bangsa Indonesia, pemuda selalu terdepan dalam pembangunan dan perubahan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik.

160 Tim Pelajar Ikuti Kompetisi Java Robot Contest IX

Menurut Kapolri, PPI yang memiliki pengetahuan dan wawasan internasional, termasuk jaringan dan budaya dapat membangun komunikasi dengan pemuda di dalam negeri untuk memberikan sumbangsih dan menjadi agen perubahan. Dia mengatakan, perlunya ada jaringan diaspora Indonesia yang kuat dan berdampak internasional, khususnya di bidang ekonomi.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan, berdasarkan hasil proyeksi penduduk Indonesia pada 2010- 2035, Indonesia berada dalam periode bonus demografi. Pendidikan sangat penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jika kualitas dan mutu pendidikan generasi muda bisa ditingkatkan, produktivitas dan keterampilan tenaga kerja akan meningkat pula sehingga dapat memiliki daya saing secara global.

(feb)

Simposium juga menghadirkan berbagai kalangan sebagai pembicara, baik pemerintah, akademisi, maupun pelaku bisnis. Isu-isu yang dibahas dalam diskusi panel mengenai akselerasi pembangunan daerah, pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Uji Coba Operasional LRT Palembang pada 23-31 Juli 2018

Di antara para pembicara adalah Deputi V Kantor Staf Presiden RI Jaleswari Pramodhawardani, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multi kultural Esthy Reko Astuti, Staf Ahli Menteri Perindustrian Imam Haryono, Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Dino Patti Djalal, CEO Selasar Miftah Sabri, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini, dan lainnya.

 Teluk Bumbang Lombok Penghasil Utama Lobster Kelas Dunia

Para pembicara mengemukakan bahwa pada 2030 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke-5 dunia berdasarkan proyeksi lembaga-lembaga finansial global, yaitu Standard Chartered Bank dan Price waterhouse Coopers (PwC) serta ke-7 menurut McKinsey Global Institute.

Price waterhouse Coopers (PwC) bahkan memprediksikan pada 2050 Indonesia akan menjadi negara ekonomi terkuat ke-4 dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Para pembicara menekankan bahwa hal itu bisa dicapai dengan berbagai persyaratan, seperti pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, peran aktif generasi muda, stabilitas ekonomi, serta politik dan keamanan. (Muh Shamil).

(feb)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini