nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktor Lukman Sardi Berbagi Ilmu dengan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UPH

Rafida Ulfa, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 15:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 27 65 1928251 aktor-lukman-sardi-berbagi-ilmu-dengan-mahasiswa-desain-komunikasi-visual-uph-XZIB0XxsvA.jpg Foto: Dokumentasi Universitas Pelita Harapan

JAKARTA - Universitas Pelita Harapan (UPH) mengadakan acara talkshow yaitu The 5th Film Screening dengan tema rep.re.sen.ta.tion – ‘The Art of Signifiers’ di Ultra XD 2 Cinemaxx Theater, Maxxbox Lippo Village, Tangerang, Rabu (25/7/2018).

Acara yang diadakan oleh mahasiswa fakultas Desain Komunikasi Visual (DKV) ini menghadirkan Aktor Lukman Sardi dan Creative Director Studio Alva Mutia Terian.

Tema ‘Representation’ yang dipilih bertujuan untuk mengarahkan publik pada esensi film yang hakikatnya merepresentasikan pesan. Film dan animasi dapat dilihat sebagai ‘bahasa’ yang mampu menghubungkan dan membangun makna melalui beragam bentuk representasi.

Lukman UPH

“Dalam perfilman, representasi itu sangat menarik dan dapat muncul melalui banyak hal seperti karakter pemain, tingkah laku, suasana, dan sebagainya,” ujar Lukman.

Sama halnya dengan Mutia Terian bahwa representation selalu bicara mengenai pesan apa yang mau disampaikan dalam medium yang ada. “Representation tidak hanya sekedar visual yang menarik, tapi konten. Makna yang mampu dibangun secara keseluruhan. Bagi saya, suatu representasi yang menarik adalah karya yang dekat atau berhubungan dengan kehidupan saya,” ucap Mutia.

Lukman juga mengatakan kepada para mahasiswa bahwa banyak tantangan dan proses yang perlu dilalui dalam membuat suatu karya dan riset merupakan proses awal mutlak yang penting dilakukan.

uph

"Sebagai seorang aktor, terlebih dulu harus tahu persis seperti apa diri kita, sifat, perilaku, kecendrungan. Mengobservasi diri sendiri, jadi ketika harus memainkan tokoh yang berbeda kita tahu perbedaannya antara tokoh itu dengan diri kita. Karakter yang akan kita mainkan adalah milik kita, tapi ingat ketika tayang maka tokoh itu menjadi milik semua.” ujar Lukman.

Mutia juga membagikan hal penting yang menurutnya perlu dilakukan sebelum membangun cerita, "Pertama, benar sekali kita harus observasi dan riset keadaan sekitar, melihat karakter dan prlikau yang ada di sekitar sebagai gambaran. Ketika tokoh yang kita mau buat adalah fiktif, maka bisa gunakan online untuk riset dan menggali imajinasi. Lalu perbanyak membaca buku,” ucapnya.

Talkshow yang berdurasi sekitar 90 menit tersebut juga menampilkan 34 karya mahasiswa baik film pendek maupun animasi yang ditampilkan selama 2 hari pertama untuk melalui proses kurasi. Hingga pada hari ke-3 ditampilkan 15 karya terpilih untuk ditayangkan, yaitu 7 film pendek dan 8 film animasi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini