Mantan Pengacara Penjahat Perang Balkan Tewas Ditembak di Serbia

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 29 Juli 2018 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 29 18 1928839 mantan-pengacara-penjahat-perang-balkan-tewas-ditembak-di-serbia-0e6TshaCPf.jpg Dragoslav Ognjanovic berbicara kepada jurnalis di sela persidangan Slobodan Milosevic di Pengadilan PBB untuk Kejahatan Negara Bekas Yugoslavia di Den Haag, 13 Februari 2002. (Foto: Reuters)

BEOGRAD – Pengacara terkemuka yang pernah membela mantan presiden dan penjahat perang Serbia, Slobodan Milosevic ditembak mati di depan rumahnya di Ibu Kota Beograd. Dragoslav Ognjanovic dibunuh dengan cara yang sering dilakukan oleh gang-gang kriminal.

Berdasarkan keterangan kementerian dalam negeri Serbia yang dilansir Reuters, Minggu (29/7/2018), pria berusia 57 tahun itu ditembak di depan gedung apartemen tempat tinggalnya pada Sabtu, 28 Juli waktu setempat. Putra Ognjanovic yang berusia 26 tahun juga mengalami luka tembak di lengan kanannya.

BACA JUGA: Kiprah Slobodan Milosevic, Si Tukang Jagal dari Balkan

Sebagai seorang pengacara kriminal, pada awal 2000-an Ognjanovic bekerja dalam tim hukum yang membantu pembelaan mantan Presiden Slobodan Milosevic atas berbagai kejahatan perangnya termasuk pembantaian ribuan warga Muslim Bosnia selama Perang Balkan di Pengadilan PBB untuk Kasus Negara Bekas Yugoslavia di Den Haag. Milosevic yang berjuluk “Jagal dari Balkan” meninggal di penjara akibat serangan jantung pada Maret 2006 sebelum vonis terhadap dirinya sempat dibacakan.

BACA JUGA: Si Penjagal 8.000 Muslim Bosnia Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Di tahun-tahun berikutnya, Ognjanovic juga bekerja membela beberapa tokoh kriminal bawah tanah dan pemimpin organisasi kejahatan di Serbia. Pekerjaan ini-lah yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

Dalam dua tahun terakhir, beberapa anggota terkemuka jaringan kejahatan terorganisir Serbia dan Montenegro telah dibunuh di Beograd. Polisi mendeskripsikan pembunuhan-pembunuhan ini sebagai perang memperebutkan wilayah pasar obat-obatan terlarang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini