nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harumkan Nama Indonesia, Paduan Suara Universitas Mercu Buana Juara 1 di Jepang

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Selasa 31 Juli 2018 10:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 31 65 1929669 harumkan-nama-indonesia-paduan-suara-universitas-mercu-buana-juara-1-di-jepang-lLBasHZy7E.jpg Paduan Suara Universitas Mercu Buana Jakarta (Foto: KR Jogja)

JAKARTA – Anak-anak bangsa kembali mengharumkan nama negeri. Kali ini giliran paduan suara mahasiswa dari Universitas Mercu Buana Jakarta (PSM UMB) yang berhasil membuat nama Indonesia berkumandang di luar negari.

Kelompok paduan suara yang dipimpin oleh konduktor Agus Yuwono ini berhasil membawa pulang gelar Juara 1 dalam ajang Tokyo International Choir Competition 2018 di Jepang untuk kategori folklore (lagu daerah), Minggu 29 Juli 2018.

Penampilan PSM UMB berhasil memukau dewan juri dan penonton yang hadir di Dai-ichiseimei Hall. Sejumlah lagu daerah ditampilkan, seperti Gayatri (arr. Bagus S Utomo), Si Patokaan (arr. Alexander Parengkuan) dan Paris Berantai (arr. Ken Steven).

(Paduan Suara Mahasiswa Universitas Mercu Buana, Foto: website PSM Mercu Buana)

Menurut Arissetyanto Nugroho, pembina PSM UMB sekaligus rektor Universitas Mercu Buana Jakarta, pencapaian ini sangat membanggakan. Pasalnya, PSM UMB berhasil unggul dalam kategori lagu daerah dari 59 peserta yang mengikuti Tokyo International Choir Competition 2018.

"Tentunya hal ini sangat membanggakan bagi Indonesia. Tiga lagu itu dibawakan sempurna oleh PSM UMB sehingga dapat meraih gelar juara," ujar Arissetyanto Nugroho.

(Paduan Suara Mahasiswa Universitas Mercu Buana, Foto: website PSM Mercu Buana)

"Semua lawan yang dihadapi sangat luar biasa. Terutama rival berat kita Filipina dan Jepang selaku tuan rumah," tambahnya.

Tak hanya berhasil membawa pulang gelar juara 1 (medali emas) dalam Tokyo International Choir Competition 2018 Jepang, PSM UMB juga mendapat medali perak untuk kategori chamber.

"Berkat kemenangan ini, PSM UMB berhak membawa pulang tropi, sertifikat dan uang pembinaan sebesar 50 ribu yen atau setara dengan Rp6,5 juta," kata Arissetyanto Nugroho.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini