nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadilan Tinggi Jambi Tangguhkan Penahanan Satu Terdakwa Kasus Inses Berujung Aborsi

Azhari Sultan, Jurnalis · Rabu 01 Agustus 2018 19:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 01 340 1930483 pengadilan-tinggi-jambi-tangguhkan-penahanan-satu-terdakwa-kasus-inses-berujung-aborsi-LEM2kBgHAk.jpg Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)

JAMBI – Kasus inses (hubungan sedarah) yang berujung aborsi, yakni AA (18) dan WA (15) warga Desa Pulau, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi beberapa waktu lalu masih belum selesai meski Pengadilan Negeri Muarabulian telah memberikan vonisnya.

Menurut Ketua Pengadilan Negeri Batanghari Fernan P Nababan, jika putusan tersebut saat ini tengah dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Jambi. Sementara, korban saat ini ditangguhkan penahanannya.

"Adiknya sudah ditangguhkan oleh majelis hakim tinggi terhitung 31 Juli kemarin," ungkap Fernan, Rabu (1/8/2018).

Kasus Hubungan Inses Berujung Aborsi di Kabupaten Batanghari, Jambi (foto: Azhari/Okezone) 

Namun soal putusan, dia enggan mengomentarinya. Pasalnya, kasus ini belum berkekuatan hukum tetap. "Kami tidak bisa mengomentari putusan hakim, itu kode etik dan pedoman hakim Indonesia dilarang saling mengomentari putusan," ujarnya.

Ditambahkannya, semua alat bukti persidangan akan menjadi bahan pertimbangan majelis hakim. "Jadi nanti majelis hakim tinggi yang akan mempertimbangkannya," imbuh Fernan.

Sebelumnya terdakwa kasus inses, baik pelaku dan korban divonis bersalah. AS (18) dihukum 2 tahun, sedang adiknya WA (15) divonis 6 bulan penjara. Tidak hanya itu, keduanya pun mendapatkan tambahan hukuman, yakni tiga bulan pelatihan kerja.

Sebelumnya, AA dituntut 7 tahun penjara dengan alasan perbuatannya sudah diluar batas. Sementara WA dituntut dengan hukuman 1 tahun penjara dengan pertimbangan selain menjadi tersangka, WA juga menjadi korban atas tindakan sang kakak si AA.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini