Praktik Joki Maba UAD, Dirjen Intan: Terduga Agar Diproses Lebih Lanjut

Taufik Fajar, Okezone · Rabu 01 Agustus 2018 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 01 65 1930493 praktik-joki-maba-uad-dirjen-intan-terduga-agar-diproses-lebih-lanjut-8P889JvVjV.jpg Ilustrasi Ujian Mahasiswa Baru (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penerimaan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, dinodai dengan ditemukannya praktik perjokian. Fenemona ketidakjujuran itu mengejutkan banyak pihak, mengingat seleksi masuk adalah salah satu penyaringan berdasarkan kompetensi seorang calon mahasiswa.

Dengan adanya hal itu, Direktur Jenderal (Dirjen), Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Intan Ahmad, menyayangkan adanya perjokian di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.

"Kita amat menyayangkan bila hal itu terjadi, tentu, UAD akan mengambil tindakan tentang adanya dugaan perjokian untuk seleksi untuk mahasiswa prodi kedokteran tersebut," ujar Intan Ahmad kepada Okezone, Rabu (1/8/2018).

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Namun, lanjut dia, pihaknya bersyukur juga bahwa perjokian di UAD langsung bisa terdeteksi dan dilakukan tindakan. Maka itu, dia ingin dilakukan perencanaan dan pengawasan dengan lebih baik.

"Agar menghindari adanya perjokian tersebut. Selain itu yang terduga melakukan joki agar bisa diproses lebih lanjut oleh pihak berwenang," ungkapnya.

Sebelumnya, perjokian mewarnai penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Hal ini diketahui saat ujian seleksi masuk Fakultas Kedokteran (FK) UAD, gelombang III, di mana panitia mengamankan sembilan peserta yang diduga menggunakan joki, Minggu 29 Juli 2018, lalu.

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Joki tersebut tidak mengikuti ujian, melainkan memandu dari luar dengan alat audio dan suara yang sudah direkayasa untuk mengirimkan jawaban kepada peserta. Untuk kepentingan itu, setiap peserta memakai chip yang dipasang di telinga sebagai alat komunikasi serta ponsel pintar untuk memotret soal dan dikirimkan kepada joki. Kemudian sang joki mengirimkan jawabannya melalui alat komunikasi tersebut.

Panitia juga mengamankan beberapa peralatan alat komunikasi sebagai barang bukti, seperti earpiece, aki, pemancar sinyal ke earpiece, gawai, jaket, tas, dan mini kamera. "Sembilan peserta tertangkap melakukan kecurangan dengan membawa alat-alat yang di larang dibawa saat ujian," kata Kepala Biro Akademik dan Admisi (BAA) UAD Wahyu Widyaningsih saat ungkap kasus perjokian kemarin.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini