nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Argentina Selidiki Kasus Bunuh Diri Terkait Game WhatsApp Berbahaya, Momo

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2018 17:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 02 18 1930913 polisi-argentina-selidiki-kasus-bunuh-diri-terkait-game-bunuh-diri-whatsapp-momo-5H87xzlZsv.jpg Game berbahaya Momo beredar melalui pesan WhatsApp.

BUENOS AIRES – Para orangtua di Argentina telah diperingatkan mengenai sebuah game bunuh diri melalui WhatsApp yang dinamakan “Momo”. Permainan baru ini mengingatkan banyak orang kepada game bunuh diri Blue Whale yang diduga menjadi penyebab kematian ratusan remaja di Rusia beberapa tahun lalu.

Diwartakan Mirror, Kamis (2/8/2018), Momo dimulai dengan seorang pengendali misterius yang mengirimkan gambar-gambar mengerikan kepada korbannya melalui pesan WhatsApp. Momo kemudian mengancam para pemainnya jika mereka menolak mengikuti “perintah” yang diberikan game tersebut.

BACA JUGA: Blue Whale, Permainan Maut yang Disebut Tewaskan 130 Remaja Rusia

Momo menggunakan avatar gambar seorang wanita dengan wajah mengerikan dan mata yang melotot keluar. Gambar itu adalah karya dari seniman Jepang, Midori Hayashi yang tidak memiliki hubungan dengan permainan Momo.

Polisi Argentina tengah menyelidiki kasus bunuh diri seorang gadis berusia 12 tahun di Kota Ingeniero Maschwitz di dekat Buenos Aires yang diduga memiliki hubungan dengan permainan berbahaya tersebut. Gadis itu dilaporkan merekam sebuah video dengan ponselnya sesaat sebelum meninggal.

"Ponsel itu telah diretas untuk menemukan rekaman dan obrolan WhatsApp, dan sekarang remaja yang diduga bertukar pesan (dengan korban) sedang dicari," demikian disampaikan polisi.

BACA JUGA: Terkuak, Ini Dia Pencipta Game Blue Whale Challenge

Penyelidik meyakini bahwa gadis itu bermaksud untuk mengunggah video tersebut ke media sosial sebagai bagian dari tantangan memberi kredit kepada game Momo "untuk aksi bunuh dirinya.

Selain di Argentina, pihak berwenang di Meksiko juga telah memulai kampanye untuk mengingatkan para remaja dan orangtua mereka akan game berbahaya ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini