Gerindra Yakin PKS Tetap dalam Koalisi Prabowo Walau Kadernya Tidak Jadi Cawapres

ant, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2018 14:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 02 605 1930819 gerindra-yakin-pks-tetap-dalam-koalisi-prabowo-walau-kadernya-tidak-jadi-cawapres-ME0sg3LmrM.jpg Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria (Dok Okezone)

JAKARTA – Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, yakin PKS akan tetap dalam koalisi partai politik (parpol) pengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2019-2024. Ia yakin segala perbedaan pendapat dalam koalisi dapat diselesaikan secara baik-baik.

"PKS selama ini baik-baik saja hubungannya dengan Gerindra. PKS adalah parpol besar dan matang sehingga tahu dalam bersikap untuk mengambil keputusan serta tahu kondisi saat ini," kata Riza Patria di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Hal itu dikatakannya terkait pernyataan Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyuddin bahwa partainya mempertimbangkan opsi abstain dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 apabila koalisi parpol pengusung Prabowo Subianto tidak memilih kader PKS sebagai calon wakil presiden.

Riza Patria mengatakan telah memahami betul situasi dan kondisi saat ini serta empat parpol sudah sepakat koalisi dengan platform yang sama.

Menurutnya, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, dan PKS sudah bersepakat untuk berkoalisi menghadapi kontestasi Pilpres 2019 dan juga menyepakati kedepankan kepentingan bangsa dan rakyat bukan kepentingan parpol ataupun golongan.

"Empat parpol sudah sepakat platform kondisi bangsa ke depan bagaimana mengatasinya. Saat ini sedang sempurnakan visi misi program dan itu terus dibangun komunikasinya," ujarnya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dia mengatakan Gerindra memahami kondisi PKS saat ini sehingga wajar tiap partai berusaha sekuat tenaga agar kader terbaiknya maju sebagai capres ataupun cawapres.

Menurutnya, penentuan cawapres tidak diputuskan sendiri dan sepihak oleh Gerindra maupun Prabowo karena harus mendengarkan masukan semua pihak.

"Prabowo ingin memutuskan hal yang terkait kepentingan besar tidak sendiri, namun mendengar pendapat parpol dan tokoh agama," katanya.

(Baca Juga : PKS Pertimbangkan Keluar dari Koalisi Prabowo jika Kadernya Tak Jadi Cawapres)

Sebelumnya, Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyuddin mengatakan partainya mempertimbangkan opsi abstain dalam Pemilu Presiden 2019 apabila koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto tidak memilih kader PKS sebagai calon wakil presiden.

"Itu salah satu opsi yang mungkin diambil kalau memang situasinya tidak memungkinkan," kata Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyuddin di Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Ilustrasi PKS (Ist)

Dia memastikan keputusan PKS abstain atau tidak bergantung pada pembahasan DPP PKS dan Majelis Syuro PKS.

(Baca Juga : Sekjen Partai Kubu Prabowo Ngumpul Bahas Teknis Pilpres 2019)

Suhud mengatakan pernyataan itu adalah pendapat pribadi dan bukan merupakan keputusan resmi PKS.

Menurut dia, proses pengambilan keputusan strategis di PKS itu melalui dua tahap, pertama, pembahasan di rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) sebagai badan pekerja harian Majelis Syuro.

Kedua, hasil keputusan DPTP dibawa ke sidang Majelis Syuro untuk dibahas lebih lanjut dan diambil keputusan resmi PKS.

(Baca Juga : M Taufik: Prabowo Umumkan Cawapres pada 6 Agustus)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini