Share

Gunung Dukono Erupsi, Bandara Udara Gamar Malamo di Maluku Ditutup

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 03 Agustus 2018 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 03 340 1931578 gunung-dukono-erupsi-bandara-udara-gamar-malamo-di-maluku-ditutup-E9F2otMJGy.jpg Gunung Dukono (foto: Halmahera.com)

DOKULAMO – Operasional penerbangan dari dan ke Bandar Udara Gamar Malamo, Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara (GLX) kembali mengalami pembatalan (cancel flight). Pembatalan tersebut berdasarkan pengumuman resmi dari otoritas bandar udara (notam) nomor C8348/18 bahwa layanan bandar udara di Galela ditutup pada 3 Agustus 2018 pukul 11.32 WIT hingga 4 Agustus 2018 pada 11.00 WIT.

Penutupan bandar udara merupakan dampak dari erupsi dan aktivitas Gunung Dukono (Dukono Volcanic Ash), di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara bagian Utara, Maluku Utara.

"Sesuai dengan prosedur dalam mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan, layanan Wings Air akan menyesuaikan dengan keputusan otoritas bandar udara. Wings Air menginformasikan bahwa material abu vulkanik atau volcanic ash dapat merusak pesawat, sehingga membahayakan penerbangan," jelas Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/8/2018).

Menurut Danang, operasional akan berjalan normal setelah airport dinyatakan aman (safe for flight). Wings Air berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan AirNav sebagai pengatur lalu lintas udara setempat.

"Wings Air sudah memberikan informasi kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan selalu memperbarui sesuai perkembangan," ujar Danang.

Penerbangan Wings Air yang mengalami pembatalan, bernomor penerbangan IW1182 dengan rute Manado–Galela dan nomor penerbangan IW1183 dengan rute Galela – Manado

Sehubungan pembatalan penerbangan hari ini, Wings Air telah menawarkan solusi kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak, yaitu penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya (reschedule), pengalihan melalui rute lain (reroute) dan melakukan pengembalian dana tiket ke agen (refund back to agent).

Kondisi terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan.

"Wings Air selalu memprioritaskan safety sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisir dan diantisipasi sedini mungkin (lebih awal)," pungkas Danang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini