nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Depresi, Anggota Marinir Sayat Urat Nadi hingga Tewas

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Jum'at 03 Agustus 2018 18:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 03 510 1931463 diduga-depresi-anggota-marinir-sayat-urat-nadi-hingga-tewas-xL4MHUxumY.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

REMBANG - Seorang anggota TNI AL dari kesatuan Marinir Surabaya berpangkat Pelda (Pembantu Letnan Dua), Nur Adib (37) ditemukan tewas di sebuah lahan kosong Desa Sulang, Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang. Kuat dugaan pelaku nekat menghabisi nyawa karena depresi dan dengan jalan menyayat urat nadinya hingga kehabisan darah.

Penemuan mayat korban bermula dari Slamet Pamuji (35) yang hendak menuju ke ladang. Slamet yang juga warga Desa Sulang, Kecamatan Sulang. Demi melihat ada sosok pria berlumuran darah, Slamet segera melapor ke kepala desa dan diteruskan ke Polsek Sulang.

"Saya waktu itu mengira ada orang gila yang tergolek, tetapi betapa terkejutnya saya ketika dari wajahnya saya kenal tetangga saya sendiri, sampai-sampai tubuh saya gemetaran," kata Slamet.

Aparat berwajib dari Polres Rembang yang disertai dengan Tim Inafis segera ke TKP dan membawa jenazah korban ke RSU Dr Soetrasno Rembang guna pemeriksaan lanjutan. Belakangan korban tercatat sebagai warga Desa Kemadu Sulang dan sengaja silaturahmi ke rumah kakaknya Abdul Kholik di Desa Sulang.

 mayat

Pria dua anak ini menurut penuturan anggota keluarganya bertugas di Detasemen Perbekalan (DEnbek) Pangkalan Marinir (Lanmar) Surabaya dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Dua (Pelda).

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Pungki Bhuana melalui Kasatreskrim AKP AKP Kurniawan Daeli membenarkan peristiwa tersebut.

"Dari keterangan anggota keluarga korban mengalami depresi dan mendapatkan cuti dari kesatuan," kata Kurniawan.

Prosesi pemakaman di Desa Kemadu, Sulang menggunakan prosesi militer dan dipimpin Komandan Denbek Lanmar Surabaya Mayor Marinir Tulus Siagian. Tidak diperoleh keterangan secara pasti penyebab korban depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya di tegalan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini