nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Mahasiswa Undip Ciptakan Inovasi Scanner Nilai Mata Uang bagi Penyandang Tuna Netra

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 05 Agustus 2018 07:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 04 65 1931831 5-mahasiswa-undip-ciptakan-inovasi-scanner-nilai-mata-uang-bagi-penyandang-tuna-netra-0nyqHSMYHb.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lima Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan aplikasi scanner nilai mata uang berbasis android dengan metode artificial neural network atau Money Android Scanner Jawaban Masalah Tuna Netra (MAS JAWA T-NETRA).

Kelima mahasiswa Undip yang menciptakan aplikasi itu, yakni Wisnu Indrawan, Fajrul Falah, Nurwarrohman Andre Sasongko, Kawidian Putri Bayu Alam dan Wening Septiyani.

Salah satu anggota, Wening Septiyani mengatakan bahwa pengolahan teks dari gambar merupakan penelitian terkini di bidang visi komputer, karena dapat mudah dipahami oleh manusia dan mesin.

"Sehingga, dapat digunakan dalam berbagai macam aplikasi seperti alat bantu deteksi nilai nominal mata uang untuk penyandang tuna netra," ujarnya seperti dikutip dari laman Undip, Minggu (5/8/2018).

Wening menjelaskan meski banyak kegiatan penelitian dibidang ini, namun masih terdapat beberapa kendala, seperti menentukan jenis pola teks seperti jenis teks, warna, ukuran, dan orientasi teks, sehingga dalam penelitian ini.

"Tim mengembangkan sebuah aplikasi android bernama MAS JAWA T-NETRA yang merupakan aplikasi yang mudah digunakan oleh penyandang tuna netra untuk mengidentifikasi nilai nominal mata uang," tuturnya.

Dia menuturkan, Aplikasi MAS JAWA T-NETRA ini mampu mengetahui teks dari sebuah gambar, yang ditangkap oleh kamera ponsel android. teks yang diekstraksi kemudian akan dikenali oleh mesin pengenal karakter optical character recoginition (ocr) sedangkan outputnya adalah media player yang memberi tahu pengguna nilai nominal mata uang.

"Hasil yang telah didapat dari penelitian ini berupa nilai keberhasilan rata-rata mendeteksi nilai nominal mata uang sebesar 96% dengan rata-rata waktu proses dari aplikasi sebesar 4764 ms atau sekitar 5 detik, sehingga aplikasi ini layak digunakan oleh penyandang tuna netra," tambahnya.

 FAKTA OKEZONE: Ternyata Jumlah Bakteri di Handphone Lebih Banyak Daripada Toilet Umum

Wening menambahkan awalnya, aplikasi ini merupakan salah satu produk yang dilombakan dalam Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) yang diselenggarakan oleh Dikti. Hingga kini aplikasi ini terus dikembangkan mulai dari ragam nilai jenis mata uang yang dapat terbaca hingga kemampuannya dalam membaca teks buku berbahasa inggris.

"Sebelumnya aplikasi ini telah memenangkan gold medal dan best design dalam ajang WINTEX 2018 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung maret lalu dengan 2 mahasiswa lainnya yakni Yahya Ayash (Fisika 2014/FSM) dan Monica Yulfarida (Teknik Kimia 2016/FT)," tukasnya.

Melalui aplikasi ini, lanjut dia, pihaknya berharap dapat memudahkan penyandang tuna netra utamanya untuk membaca nominal mata uang dan membaca buku.

"Serta mampu mengantarkan tim ini untuk menang di Ajang Japan Design and Innovation Expo (JDIE) 2018 di Tokyo, Jepang yang digelar 3-5 Agustus mendatang," pungkasnya. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini