Jelang Pemilu 2019, Masyarakat Harus Waspadai Kehilangan Hak Pilih

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 23:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 06 606 1932740 jelang-pemilu-2019-masyarakat-harus-waspadai-kehilangan-hak-pilih-BTkT6OY46L.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Jelang pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang kerap muncul berbagai masalah. Salah satu persoalan yang kerap terjadi di penyelenggaraan pesta demokrasi adalah tidak terdaftarnya masyarakat sebagai daftar pemilih tetap (DPT).

Ketua Umun PP KAMMI, Ahmad Fauzi mengatakan, pihaknya melihat selama ini jalannya Pemilu kurang berintegritas lantaran adanya persoalan tersebut. Ia pun mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kehilangan hak pilih.

“Jangan sampai ada masyarakat yang kehilangan hak pilih, maraknya kampanye hitam, serta merebaknya money politic," ujar Irfan dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/8/2018).

 Ilustrasi

Melalui Democracy Watch Indonesia (DWI) yang didirikannya, ia mengaku akan membantu untuk mengurangi terjadinya pemasalahan tersebut. Sebab, dampak lanjutan pemilu yang tidak berintegritas, adalah timbulnya konflik sosial yang dapat mencederai pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pemicunya adalah perang informasi antar lawan politik tanpa batas sehingga membuat keresahan yang luar biasa terhadap masyarakat.

"Disinilah pentingnya Bawaslu maupun KPU sebagai perwajahan negara harus selaras dengan peran dan fungsinya dalam mengawal pemilu. Serta memastikan lembaga tersebut tetap terjaga integritasnya," imbuhnya.

 Ilustrasi

Selain itu, yang harus menjadi perhatian adalah partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawal pileg maupun pilpres. Masyarakat mulai jengah dengan janji kampanye yang seringkali hanya sebatas ucapan belaka.

"Kondisi saat ini, tidak hanya membuat apatis masyarakat untuk mengawal pemilu, bahkan keengganan untuk hadir ke TPS meski sekadar memilih sangat mungkin terjadi," kata Irfan.

Salah satu agenda terpenting DWI adalah pemilih pemula yang sangat minim pengetahuan politik. Meskipun daftar pemilih tetap belum resmi diputuskan, setidaknya dari data yang ada sekira 196,5 juta pemilih dalam Pemilu 2019 nanti. Dihitung-hitung ada sekira 14 juta pemilih merupakan generasi muda atau milenial.

“Jangan sampai pemilih pemula tersia-siakan karena ketidakmengertian mereka terhadap penggunaan hak pilih," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator DWI, Deni Setiadi berharap terciptanya iklim demokrasi yang sehat serta lahirnya pemimpin berintegritas terwujud dengan kerjasama yang dibangun antara DWI, pemerintah, aparat hukum hingga masyarakat.

“Lembaga ini tidak hanya sampai selesainya pemilu, melainkan akan terus ada sebagai bagian dalam proses pengawalan kebijakan demi kemaslahatan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini