nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadilan Malaysia Jatuhkan Tiga Tuntutan Pencucian Uang Terhadap Najib Razak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 08 18 1933399 pengadilan-malaysia-jatuhkan-tiga-tuntutan-pencucian-uang-terhadap-najib-razak-GUVS9XIuiK.jpg Mantan PM Malaysia, Najib Razak tiba di pengadilan Kuala Lumpur, 8 Agustus 2018. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dituntut dengan tiga tuduhan pencucian uang sebagai bagian dari penyelidikan skandal penggelapan uang dai perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Tuntutan yang dibacakan di Pengadilan Tinggi Malaysia pada Rabu, 8 Agustus terkait dengan pemindahan dana sebesar RM42 juta (sekira Rp150 miliar) dari SRC International, salah satu bekas unit 1MDB ke rekening Najib.

BACA JUGA: Dijatuhi Empat Tuntutan, Najib Razak Nyatakan Dirinya Tidak Bersalah

The Star, Rabu (8/8/2018) melaporkan, Najib dituduh menerima RM27 juta, RM5 juta, dan RM10 juta - yang diperoleh dari kegiatan ilegal melalui Transfer Dana dan Sekuritas Elektronik Real Time (Rentas) ke dalam rekening banknya dalam tiga transaksi terpisah.

Tuntutan tersebut dijatuhkan di bawah pasal 4(1)b Undang-undang (UU) Anti Pencucian Uang, UU Pendanaan Anti Terorisme dan UU Hasil Kegiatan yang Tidak Sah (Amla) 2001 yang memiliki hukuman maksimal mencapai 15 tahun penjara dan denda hingga lima kali lipat jumlah uang yang dilibatkan.

BACA JUGA: Najib Razak Hari Ini Hadapi Dakwaan di Pengadilan Kuala Lumpur terkait Kasus 1MDB

Menanggapi pembacaan tuntutan tersebut, mantan menteri pertahanan Malaysia itu menyatakan dirinya tidak bersalah.

Pada persidangan bulan lalu, Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menjatuhkan tiga tuntutan kriminal pelanggaran kepercayaan dan satu tuntutan penyalahgunaan kekuasaan terhadap Najib terkait pemindahan dana yang sama. Najib juga menyatakan tidak bersalah atas keempat tuntutan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini