nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hujan Es Guyur Pontianak

Antara, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 16:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 08 340 1933594 hujan-es-guyur-pontianak-eJaZ8xtfMF.jpg Hujan es (Istimewa)

PONTIANAK - Hujan es turun di Kota Pontianak dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mempawah, Kalimantan Barat menyatakan fenomena alam tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB dengan durasi sekira tujuh menit.

"Hujan es tersebut terjadi di sekitar Gang Mekar, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan," kata Kepala BMKG Mempawah, Wandayantolis saat dihubungi, Rabu (8/8/2018).

Ia menjelaskan secara umum hujan es di Indonesia terjadi karena adanya awan Cumulonimbus. Awan Cumulonimbus terbentuk karena kondisi atmosfer yang tidak stabil, di mana pengangkatan massa udara yang kuat bergerak vertikal mencapai ketinggian maksimal.

"Awan Cumulonimbus dinamakan juga awan 'tower' karena dapat tumbuh seperti menara dari level awan rendah dan puncaknya mencapai level awan tinggi," katanya seperti dilansir Antara.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Sutikno, menyatakan dari hasil analisa menggunakan radar cuaca memang terdapat awan kuat yang diindikasikan sebagai hujan es di Kota Pontianak sekitar pukul 13.22 WIB.

 

"Fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yg biasa terjadi, dan lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan, atau sebaliknya, serta pada saat terjadi pemanasan yang sangat kuat akibat beberapa hari tidak hujan," ungkapnya.

Dia menjelaskan indikasi hujan lebat atau es yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat, biasanya satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

"Tadi sekitar pukul 10.00 WIB terlihat tumbuh awan awan putih berlapis-lapis di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol dan cepat berubah warna menjadi Cumulonimbus tersebut," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini