nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Universitas Brawijaya Kembangkan Taman Baca Jadi Laboratorium

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 16:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 08 65 1933585 mahasiswa-universitas-brawijaya-kembangkan-taman-baca-jadi-laboratorium-HpDPi5X3Ls.jpg Taman Baca Universitas Brawijaya (Foto: Universitas Brawijaya)

JAKARTA – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) mendirikan Taman Baca untuk menunjang Hari Baca Nasional di Desa Ngabab, Pujon Kidul, Malang. Pengabdian Masyarakat tersebut mendirikan. Tujuan berdirinya Taman Baca untuk membekali masyarakat tentang pengetahuan dari sumber-sumber bacaan.

Melansir situ Universitas Brawijaya, Rabu (8/8/2018), terdapat dua program dalam Taman Baca tersebut yaitu pemberdayaan dan pengelolaan. Tim tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pemberdayaan yang mendirikan Taman Baca, menyediakan buku-buku, dan sumber daya yang dibutuhkan. Sedangkan kelompok manajemen yang bertugas mengelola dan mengatur Taman Baca setelah didirikan. Pengelolaan Taman Baca tersebut bekerja sama dengan sekolah yang telah bersinergi dengan program tersebut.

taman baca

"Harapan kami ke depan yaitu, Taman Baca ini terus dikembangkan, terus dikelola sehingga Taman Baca ini bermanfaat bagi masyarakat luas. Kontennya ditambah karena di sana masyarakat rata-rata bekerja di bidang pertanian mungkin akan disediakan buku-buku pertanian bagi masyarakat. Bagi anak-anak muda dengan adanya WiFi mereka bisa mendapatkan bacaan-bacaan yang sesuai dengan usia mereka. Dan ke depannya, semoga Taman Baca ini dapat menjadi pusat informasi bagi masyarakat setempat," ujar Dosen Prodi Bahasa Indonesia Eti Setiawati.

Taman Baca tersebut digunakan secara bergiliran oleh sekolah TK yang ada di desa Ngabab, Malang setiap harinya. Taman Baca diawasi oleh para guru serta dibantu beberapa mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan KKN. Mahasiswa KKN juga berkontribusi menjadi fasilitator untuk membantu kelancaran kegiatan membaca tersebut. Beberapa pihak yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat pembangunan Taman Baca tersebut adalah pihak desa, para guru, siswa-siswa sekolah TK, serta aparat desa sebagai fasilitator yang membantu meramaikan dan mempromosikan Taman Baca untuk digunakan oleh masyarakat dan para siswa TK yang ada di desa Ngabab.

taman baca

Sebenarnya, Taman Baca tidak hanya ditujukan untuk siswa-siswa dari TK karena buku-buku yang disediakan di Taman Baca berguna pula bagi siswa tingkat SD, walaupun materi Taman Baca tingkat SD masih dalam proses pengembangan lebih lanjut. Selain itu, Taman Baca ke depannya akan digunakan sebagai laboratorium oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Diksasindo). Kendati demikian, UB bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu melengkapi kekurangan buku yang ada dalam Taman Baca.

Salah satu rangkaian pengabdian masyarakat ini adalah observasi lapangan. Dari kegiatan tersebut, tersirat kebutuhan desa untuk menunjang program nasional yaitu Hari Baca Nasional yang dilaksanakan pada (5/5/2018). Oleh karena itu, pihak desa dan FIB UB sepakat untuk mendirikan Taman Baca.

Banyak kendala dalam program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim FIB UB di antaranya soal tempat. Taman Baca ini didirikan di sebuah ruko yang merupakan inventaris desa yang kondisinya belum layak untuk dipakai dan dijadikan Taman Baca, sehingga para mahasiswa KKN terlebih dahulu merenovasi bagian ruko tersebut untuk layak digunakan.

taman baca

Tujuan dari Prodi Diksasindo menjadikan Taman Baca menjadi sebuah Laboratorium sehingga kepala desa Ngabab akan segera memindahkan tempat dari ruko sebelumnya menjadi di sekitar Balai Desa dan akan dilengkapi dengan fasilitas internet dan fasilitas lain yang memadai sehingga layak untuk digunakan.

Dalam peresmiannya Taman Baca di desa Ngabab dihadiri oleh kurang lebih 300 orang dari civitas akademika UB, guru-guru TK, dan para siswa TK di sekitar desa Ngabab. Dalam acara tersebut terdapat lomba, permainan, kegiatan dari mahasiswa dan dibuka tempat baca berupa Mobil Pintar UB yang menyediakan buku-buku juga dapat dibaca oleh para siswa dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut berjalan hingga sekarang serta dilanjutkan dengan program KKN Mahasiswa Universitas Brawijaya tahun 2018.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini