nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Hybrid Menjadi Tahap Awal bagi Indonesia Sebelum Masuk Mobil Listrik

Mufrod, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 20:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 09 15 1934355 teknologi-hybrid-menjadi-tahap-awal-bagi-indonesia-sebelum-masuk-mobil-listrik-uEUWzf6v3G.jpeg Seminar pengujian mobil listrik (Foto: Ist)

TANGERANG - Program industri mobil elektrifikasi nasional yang tengah digenjot pemerintah, pada tahap awal akan masuk pada mobil elektrifikasi berbasis teknologi hybrid atau dikenal hybrid electrik vehicle (HEV).

Berdasarkan hasil riset dan studi komperatif (preliminary study result) Electrified Vehicle Comprehensive Studi) oleh Tim Riset ITB dan UI. Teknologi mobil hybrid mampu menghemat konsumsi BBM secara signifikan, bahkan dalam pengujiannya kendaraan tersebut memiliki tingkat efisiensi dua kali lipat dibanding mobil menggunakan konvensional.

“Konsep mobil Hybrida Electric Vehicle (HEV) bisa langsung diimplementasikan karena tidak membutuhkan infrastruktur tambahan. Selain itu, konsumsi bahan bakar dua kali lebih efisien dibanding mobil konvensional,” ujar Ketua Tim Riset ITB Agus Purwadi, saat menjelaskan preliminary study result dari Study Komperhensif Kendaraan Elektrfikasi di GIIAS 2018, ICE-BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (9/8/2018).

Pengujian kendaraan HEV dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) merupakan kerjasama antara kementerian perindustrian dengan 12 kendaraan yang dipinjamkan oleh Toyota Astra Motor (TAM). Yang terdiri atas Toyota Corolla dengan mesin konvensional (internal combustion engine/ICE), Corolla mesin hybrid electronic vehicle (HEV), Toyota Prius teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Dalam pengujian tersebut Kementerian Perindustrian juga bekerjasama dengan Enam perguruan tinggi diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Udayana.

Seluruh universitas yang melakukan pengujian berhasil memperoleh hasil dari riset awal dua tipe mobil HEV dan PHEV, salah satunya tim riset ITB menyebutkan, pengujian telah dilakukan selama 44 hari dengan jarak tempuh 2.000 km dengan penggunaan di dalam dan luar Kota Bandung.

Dari perbandingan pengujian yang telah dilakukan menggunakan mobil Corrolla Hybrid memiliki efisiensi dua kali lebih baik dibandingkan Corolla dengan mesin konvensional. Konsumsi bahan bakar mesin konvensional mencapai 10,2 km per liter, sedangan konsumsi bahan bakar HEV 22,7 km per liter. Hasil riset itu juga menyebutkan, mobil Hybrid ini sama sekali tidak membutuhkan infrastruktur tambahan sehingga bisa langsung diimplementasikan.

Sementara untuk kendaraan Prius PHEV, konsumsi bahan bakarnya jauh lebih irit, lima kali lebih efisien, yaitu 56,7 km per liter. Namun, kendaraan ini membutuhkan infrastruktur tambahan karena memerlukan pengisian (charging) selama kurang lebih selama kurang lebih 0,74 kali per hari, dengan catatan baterai belum diisi penuh.

“Mobil PHEV memang jauh lebih irit dibanding HEV, apalagi ICE. Tapi PHEV membutuhkan infrastruktur tambahan. Kalau mau segera diimplementasikan, maka mobil HEV pilihannya karena tidak membutuhkan infrastruktur tambahan,” pungkas Agus.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini