nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendiri WikiLeaks Pertimbangkan untuk Bersaksi di Depan Komite Senat AS

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 09:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 09 18 1933890 pendiri-wikileaks-pertimbangkan-untuk-bersaksi-di-depan-komite-senat-as-c4PFokepW1.jpg Pendiri WikiLeaks, Julian Assange. (Foto: VOAindonesia/AP)

LONDON  — WikiLeaks mengatakan, pada Rabu (8/8/2018) pendirinya Julian Assange sedang mempertimbangkan permintaan Komite Senat Amerika kepadanya untuk memberi kesaksian mengenai yang dikatakan sebagai campurtangan Rusia dalam Pemilihan Tahun 2016 di Amerika.

Website pembocor rahasia itu memposting di Twitter surat yang dikatakan berasal dari Komite Intelijen Senat Amerika meminta Assange “menyediakan diri untuk diwawancarai di belakang pintu tertutup oleh staf Komite di satu waktu dan lokasi yang disetujui bersama”.

Dikatakan bahwa tim pengacara hukum WikiLeaks mengatakan, “mereka tengah mempertimbangkan permintaan tersebut, tetapi kondisinya mesti sesuai dengan standar etik yang tinggi”.

Di ambang pemilihan presiden di Amerika tahun 2016, WikiLeaks menerbitkan banyak dokumen yang diretas dari kubu kampanye calon Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Para pejabat intelijen Amerika menyalahkan Rusia menyebabkan terjadi peretasan itu, yang menurut para pejabat merupakan bagian dari usaha yang disengaja untuk merugikan peluang Clinton untuk menang.

Para pejabat itu mengatakan, WikiLeaks bekerjasama dengan intelijen Rusia.

WikiLeaks (Reuters)

WikiLeaks membantah sumber isi dokumen itu adalah pemerintah Rusia, sementara tetap berkeras tidak akan pernah mengungkapkan sumber sebenarnya.

Hari Rabu WikiLeaks mengatakan surat Senat tadi yang bertanggal 1 Agustus diserahkan kepada Assange lewat Kedutaan Besar Amerika di London. Namun Kedutaan itu tidak bersedia menjawab ketika dihubungi oleh kantor berita AFP. Begitu pula sejauh ini tidak atau belum ada konfirmasi dari Komite Senat yang disebut.

Guna menghindari ekstradisi ke Swedia untuk menghadapi tuduhan melakukan kekerasan seksual, tahun 2012 Julian Assange meminta suaka politik kepada Ekuador dan dewasa ini tinggal di Kedutaan Besar Ekuador di London.

Assange mengatakan, tuduhan itu merupakan fitnah politik terkait pekerjaan WikiLeaks dan ia takut diekstradisi dari Swedia ke Amerika untuk menghadapi tuduhan bahwa WikiLeaks membocorkan dokumen militer Amerika.

Swedia sudah mencabut tuduhan terhadap Assange tetapi ia tetap tinggal di Kedutaan Ekuador dan juga masih tetap bisa ditangkap polisi Inggris karena mengelakkan jaminan tahanan luar enam tahun lalu.

Ekuador dan Inggris sekarang sedang merundingkan nasib Julan Assange.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini