nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski AS mengancam, Turki Tetap Akan Membeli Gas Alam dari Iran

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 12:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 09 18 1933997 meski-as-mengancam-turki-tetap-akan-membeli-gas-alam-dari-iran-VcZWeo3gL9.jpg Menteri Energi Turki, Fatih Donmez mengatakan tidak akan membiarkan warganya hidup dalam kegelapan. (Foto: AFP)

ANKARA - Turki menyatakan pihaknya tetap akan melanjutkan pembelian gas alam dari Iran, sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam siapa pun yang berdagang dengan Iran, tidak akan dapat berbisnis dengan AS.

Menteri Energi Turki, Fatih Donmez mengatakan Ankara akan terus melakukan pembelian gas dari Iran sejalan dengan kesepakatan jangka panjang dengan Teheran, meskipun Amerika memberlakukan kembali sanksi.

BACA JUGA: Sanksi AS Dijatuhkan, Eropa Berjanji untuk Tetap Buka Hubungan Dagang dengan Iran

"Kami akan melanjutkan perdagangan ini karena kami tidak mungkin membiarkan warga kami hidup dalam kegelapan," kata Menteri Donmez seperti dilaporkan situs berita Hurriyet Daily News.

"Kami menerapkan sanksi PBB terhadap Iran di masa lalu. (Sekarang), bahkan Uni Eropa sangat terganggu dengan keadaan saat ini. Kami melakukan perdagangan yang sah (dengan Iran), yang sangat penting terkait dengan keamanan pasokan," tambahnya.

Tetapi dia juga mengatakan perundingan yang dijadwalkan akan dilangsungkan di Washington kemungkinan dapat membantu ditemukannya jalan keluar untuk mengatasi persoalan ini.

Menurut Reuters, dalam sebuah wawancara dengan media A Haber, Donmez mengatakan kontrak jangka panjang Turki dengan Iran berupa pasokan sebesar 9,5 miliar meter kubik dan berlaku sampai 2026.

AS tidak dapat mencegah

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan AS tidak akan dapat mencegah negaranya mengekspor minyak.

Dia mengatakan kepada surat kabar Iran bahwa rencana Washington untuk mengurangi ekspor minyak Iran sampai ke angka 0 adalah terlalu menyederhanakan masalah dan tidak mungkin terjadi.

Teheran juga berharap Trump tidak akan didukung dunia untuk membuat sanksi tersebut berlaku, berbeda dengan pendahulunya Presiden Obama.

"Ada perbedaan besar saat ini: sebelumnya tidak seorangpun mendukung Iran. Tetapi sekarang semua negara di dunia mendukung Iran. Amerika selalu berubah-ubah, sehingga sekarang tidak seorangpun mempercayainya," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif kepada wartawan seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Selain Turki, India dan China sudah menyatakan tidak akan memangkas pembelian minyak dari Iran secara signifikan.

BACA JUGA: Tak Pedulikan Ancaman AS, China Akan Terus Lakukan Bisnis dengan Iran

Lebih dari 25 persen impor Iran dan 19,7 persen dari ekspornya sejak Maret, berasal dari China.

Pada Selasa, 7 Agustus Presiden Trump melontarkan peringatan keras kepada siapa pun yang melakukan perdagangan dengan Iran, menyusul pemberlakuan kembali sanksi terhadap negara tersebut.

"Siapa pun yang melakukan bisnis dengan Iran TIDAK akan melakukan bisnis dengan Amerika Serikat," kata presiden AS tersebut.

Sejumlah sanksi telah berlaku, sementara yang lebih keras berkaitan dengan ekspor minyak akan mulai berlaku pada November.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini