nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekam Video Mesum, Gadis di Bawah Umur di Bandung Jadi Budak Seks

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 13:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 10 525 1934625 rekam-video-mesum-gadis-di-bawah-umur-di-bandung-jadi-budak-seks-1jiEX1fsZw.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Farid, pemuda 26 tahun, harus berurusan dengan Subnit Perlindungan Perempuan dan Anak Ditreskrimum Polda Jabar, setelah dirinya menjadikan seorang anak di bawah umur, menjadi budak seks.

Korban diketahui berinisial GSP belia berumur 13 tahun. Keduanya berkenalan melalui media sosial Facebook, Februari lalu. Pertemanan mereka berlanjut dengan saling bertukar nomor aplikasi pesan whatsapp.

Saat pertemanan berlanjut, pelaku kerap mengirimkan gambar dan video-video yang berunsur pornografi. Kemudian, pelaku pun merayu korban untuk bertemu. Setelah korban mau, pelaku pun menjemput korban di rumahnya, di Bandung.

"Keduanya pun bertemu dan saat itu pelaku meminta korban untuk berhubungan intim," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat ungkap kasus di Mapolda, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jumat (10/8/2018).

Korban pun terjebak rayuan pelaku. Saat itu, pelaku dengan sengaja merekam saat dirinya berhubungan intim dengan korban. ‎Tak lama setelah korban di setubuhi oleh pelaku, sekira bulan April, pelaku kembali meminta untuk dilayani oleh korban.

Foto: CDB Yudistira/Okezone

Namun begitu, korban enggan ajakan tersebut. Pelaku pun mengancam korban dengan cara, bakal menyebarkan video yang di rekam pelaku, ke keluarga dan teman-teman korban. Atas itu, korban pun mau menuruti apa kemauan pelaku.

Meski korban telah mengikuti kemauan pelaku, namun video hubungan intim keduanya tetap di sebar oleh pelaku, hingga ke teman-teman korban. Akhirnya, video tersebut pun diketahui pihak guru di tempat korban bersekolah. Pihak guru pun langsung melaporkan ke orang tua korban dan berlanjut ke pihak kepolisian.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi pun bergerak untuk menangkap pelaku. Alhasil pelaku berhasil di amankan.

Pelaku diketahui, sudah dua kali mengunggah video mesumnya tersebut. Korban pun diketahui sudah dua kali melayani pelaku.

"Yang pertama di rekam, yang kedua tidak di rekam," kata Agung.

Disinggung adanya korban lain, Agung mengatakan hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan. Namun pihaknya bakal terus mendalami keterangan dari pelaku.

Sementara itu, terhadap pelaku, polisi terapkan pasal UU Perlindungan Anak no 17 tahun 2016, tentang Perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 2002, terkait pasal 81 dan pasal 82. Tak hanya itu, polisi juga terapkan UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, pada pasal 27 ayat 1.

"Karena disini korban anak di bawah umur, kita bekerjasama dengan P2TP2A," kata Agung.

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini