Ngaku Tak Pernah Lobi Golkar untuk Jadi Cawapres, Ma'ruf Amin: Ini Gerakan Tuhan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 18:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 10 605 1934833 ngaku-tak-pernah-lobi-golkar-untuk-jadi-cawapres-ma-ruf-amin-ini-gerakan-tuhan-Lahyyx8AfB.jpg Ma'ruf Amin di Kantor DPP Partai Golkar (Foto: Muhammad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Cawapres Ma'ruf Amin bersilaturahmi ke Kantor DPP Partai Golkar. Dalam kesempatan itu Kiai Ma'ruf bicara soal dukungan Partai Golkar terhadap dirinya untuk menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019.

Ma'ruf mengatakan, dirinya sangat berterimakasih atas dukungan tersebut padahal dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan partai berlambang pohon beringin itu.

"Saya bersyukur bisa bersilaturahim ke Partai Golkar partai yang mengusung saya bersama dengan partai-partai yang lain untuk saya menjadi cawapresnya Pak Jokowi. Saya ingin berterimakasih karena sebelumnya saya tidak pernah bertemu, tidak pernah ada komunikasi, dan tidak pernah saya melobi Golkar untuk memilih saya," kata Ma'ruf saat memberikan keterangan pers di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat, (10/8/2018).

Meski belum pernah berkomunikasi sambung Ma'ruf, Golkar tetap mau mengusungnya. Menurutnya hal itu disebut sebagai hubungan hati ke hati atau gerakan Tuhan.

"Saya bilang ini berarti hubungan hati ke hati tidak dari mulut ke mulut, kalo bahasa kami ulama namanya gerakan Tuhan, harakah illahiah. Dan ternyata memang Golkar benar-benar mendukung saya luar biasa karena itu saya datang terimakasih," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut Ma'ruf juga sempat membicarakan untuk kemenangan dirinya dan Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Ia juga mendoakan agar Golkar kembali menjadi partai yang eksis.

"Sekaligus juga untuk membincangkan kedepan, saya berhara bahwa kami pak Jokowi dan saya bisa terpilih, dan Golkar juga bisa kembali eksis sebagaimana Golkar pada masa yang lalu yang akan menjadi pemenang," tuturnya.

"Kami juga berdiskusi bagaimana menjaga keutuhan bangsa ini, supaya tidak terganggu oleh berbagai provokasi ada kelompok-kelompok radikalisme terorisme kemudian orang-or4ang yang tidak memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan bagaimana kita harus menjaga," paparnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini