nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harteknas 2018, Menristekdikti: Inovasi Kunci Utama Hadapi Industri 4.0

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 10 65 1934661 harteknas-2018-menristekdikti-inovasi-kunci-utama-hadapi-industri-4-0-RqSQsFwzHM.jpg Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2018 (Foto: Taufik/Okezone)

RIAU - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman secara resmi membuka Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018 di Pekanbaru, Riau.

Dalam sambutannya, Nasir mengatakan bahwa kesiapannya memasuki era industri 4.0 sangat tergantung kepada kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai dan memanfaatkan iptek dan inovasi.

"Untuk menata proses transformasi struktur ekonomi kita ke arah industri berteknologi tinggi hingga mencapai creative innovation, maka kunci utamanya adalah berinovasi," ujar Mohamad Nasir dilokasi, Jumat (10/8/2018).

Turut hadir pada acara tersebut, Presiden RI Ketiga BJ Habibie, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X, para Kepala LPNK, pejabat Eselon I dan II kementerian dan lembaga, Direktur BUMN, Pimpinan dan Anggota AIPI, DRN dan DRD.

Menristekdikti Mohamad Nasir Bicara Mutu Pendidikan di Tanah Air

Nasir melanjutkan, negara-negara maju di dunia yang menata ekosistem inovasinya melalui visi perencanaan yang futuristik, strategi perekayasaan serta riset dan pengembangan yang terfokus.

"Oleh karena itu, keberadaan Perpres Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) menjadi sangat strategis karena RIRN dirancang secara holistik, lintas institusi, lintas ranah dan berdasarkan fokus riset," tuturnya

RIRN, lanjut dia, merupakan pedoman dan peta jalan riset dan pengembangan iptek dan inovasi jangka menengah dan panjang yang mengintegrasikan dan mensinergikan program riset setiap kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat atau komunitas peneliti.

"Jadi, hingga saat ini pemanfaatan Iptek dan inovasi bagi masyarakat, khususnya pelaku ekonomi dan industri, masih belum optimal," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Nasir, pemerintah terus mendorong sinergi antar institusi iptek dan pelaku industri, sehingga iptek dan inovasi memberikan kontribusi maksimal. "Juga harus dibenahi adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai faktor kunci keberhasilan pendidikan, penelitian dan pengembangan iptek dan inovasi," ungkapnya.

Menristekdikti Mohamad Nasir Bicara Mutu Pendidikan di Tanah Air

Nasir menambahkan, anggaran risetnya belum berdampak besar untuk kemajuan bangsa. Pasalnya setelah dianalisis, anggaran sebesar Rp24,9 triliun ternyata hanya Rp10,9 triliun yang menghasilkan riset dan pengembangan.

"Lebih dari setengahnya yakni Rp14 triliun belum menghasilkan output riset yang maksimal. Itulah sebabnya Bapak Presiden menekankan bahwa anggaran risetnya tidak boleh lagi diecer," tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan, penerapan inovasi di Provinsi Riau telah memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Di mana dapat dilihat pada angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mengalami peningkatan pada tahun 2017 dan menempati posisi ke-6 di Indonesia.

Selain itu, angka penduduk miskin di Provinsi Riau pun menurun dari 8,82% di tahun 2016 menjadi 7,41% di tahun 2017. "Kita berharap melalui peringatan Hakteknas kali ini menjadi momentum bangkitnya iptek dan penguasaa teknologi sebagai pilar pembangunan bangsa sehingga Indonesia bisa berdaya saing global," pungkasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini