nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Tantangan Guru Orbitkan Murid Terbaik

Ulfa Arieza, Jurnalis · Minggu 12 Agustus 2018 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 12 65 1935406 sederet-tantangan-guru-orbitkan-murid-terbaik-1UPb0JdSXv.jpeg Foto: Pemilihan Guru dan Tenaga Pendidikan Berprestasi Tingkat Nasional (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau para guru untuk kembali membangkitkan budaya literasi sebagai bekal generasi muda Indonesia untuk menghadapi persaingan global. Pesan tersebut disampaikan pada pembukaan acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional.

Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano dalam sambutannya menekankan, agar para pengajar pilihan tersebut bisa menyampaikan pesan untuk membangkitkan kembali budaya literasi dimulai sejak pendidikan dini. Termasuk di dalamnya, literasi bidang teknologi, literasi berhitung, dan literasi budaya lokal.

"Negara akan maju nanti apabila budayanya bagus. Negara yang bisa bersaing dia harus menguasai teknologi, dia harus menguasai budaya, dan dia harus menguasai industri. Justru inilah yang menjadi tantangan," ujarnya di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Selain budaya literasi, Supriano juga berpesan agar para pengajar melahirkan budaya pendidikan yang mendorong murid berpikir kritis. Sebab, berpikir kritis adalah bekal utama untuk menghadapi persaingan di abad 21.

"Anak-anak dibuka keinginannya, dibuka kesempatan untuk menyampaikan hal-hal yang ingin mereka kemukakan, jangan ditutupi, jangan dikunci. Berpikir kritis tapi mempunyai rasional, berpikir kritis ini yang harus dibuka dalam proses pembelajaran," ujar dia.

Supriano melanjutkan, bahwa faktor komunikasi juga harus menjadi budaya dalam proses pembalajaran di tengah masifnya perkembangan teknologi komunikasi. Jangan sampai, para generasi muda sangat fasih dalam teknologi namun gagap ketika berkomunikasi langsung.

"Anak-anak pintar bekomunikasi lewat smartphone, Twitter, Facebook, dan Instagram, tapi ketika dia berhadapan dia akan sulit karena semua teknologi. Hidup ini tidak bisa hanya mengandalkan teknologi, hubungan antar kita sangat penting semuanya dimulai dari komunikasi," imbuh dia.

Sebagai informasi, acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional diikuti oleh 914 peserta yang merupakan guru dan tenaga kependidikan dari seluruh Indonesia.

Para peserta yang datang merupakan perwakilan yang telah lolos seleksi dari tiap provinsi. Selanjutnya, peserta akan dibagi menurut satuan pendidikan, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Setiap peserta akan mengikuti tiga macam seleksi, yaitu Tes Potensi Akademik (TPA), wawasan kependidikan, presentasi karya tulis ilmiah, penilaian dokumen portofolio, dan wawancara.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 11-14 Agustus 2018. Penetapan pemenang oleh tim penilai akan dilaksanakan tanggal 15 Agustus 2018.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini