nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komandan Seskoal Serukan Kerja Sama Internasional Hadapi Unmanned System di Laut

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 05:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 14 337 1936140 komandan-seskoal-serukan-kerja-sama-internasional-hadapi-unmanned-system-di-laut-b8q5xkjb5h.jpg Ilustrasi kapal TNI AL. (Foto: Ist)

JAKARTA – Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Laksda TNI Dr Amarulla Octavian, ST, MSc, DESD, menyampaikan pandangan terkait kerja sama maritim di masa mendatang. Hal itu ia ungkapkan dalam kesempatan menjadi pembicara utama forum internasional Ikatan Pertahanan Indonesia-Australia (IKAHAN) pada Senin 13 Agustus 2018 di Hotel Fairmont.

Laksda Amarulla mengatakan, konsep kerja sama maritim ke depan sangat dipengaruhi dinamika lingkungan strategis wilayah perairan Asia Tenggara dan perkembangan teknologi, terutama penggunaan Unmanned System di laut.

Teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Unmanned Surface Vehicle (USV), dan Unmanned Sub-Surface Vehicle (USSV) sendiri telah digunakan oleh berbagai angkatan laut di kawasan Indo-Pasifik.

Di sisi lain, hukum laut internasional yang ada belum mengatur sama sekali bagaimana kapal perang dan coast guard harus bereaksi menghadapinya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Staf Angkatan Laut Australia Vice Admiral Michael Noonan juga menyampaikan pandangan Royal Australian Navy (RAN) ke depan, sesuai tajuk 'TNI AL-RAN Shared Maritime Interests, Opportunities, and Challenges'.

Pada sesi diskusi, peserta forum sangat antusias membahas berbagai peluang kerja sama maritim di masa mendatang. Tidak saja antar-Angkatan Laut, tetapi juga dengan Angkatan Udara dan komponen lain yang berwenang di laut.

Forum internasional ini dihadiri sebanyak 70 peserta yang terdiri dari para alumni pendidikan di Australia dan di Indonesia.

Hadir pula Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan Kabakamla Laksdya TNI Dr D.A. Mamahit, MSc, dan beberapa perwira tinggi serta perwira menengah TNI lainnya dan mahasiswa dari Universitas Pertahanan.

Berbagai peluang kerja sama maritim juga sempat disinggung untuk menjadi kajian Pusat Kajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal sebagai rekomendasi untuk pemerintah.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini