Cerita Istri dan Air Mata Keluarga Korban Pesawat Jatuh di Papua

Herman Amiruddin, Okezone · Rabu 15 Agustus 2018 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 15 340 1936642 cerita-istri-dan-air-mata-keluarga-korban-pesawat-jatuh-di-papua-h0jRDJ8qDz.jpg Foto: Ist

MAKASSAR - Jenazah Jamaluddin korban pesawat jatuh di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, Oksibil Papua, Sabtu 11 Agustus kemarin, tiba di rumah duka di Jalan Tawalla, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar.

Jenazah disambut tangis penuh haru oleh keluarganya saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulance. Bahkan ada keluarganya yang pinsan dikerumunan warga yang membajiri rumah duka.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono juga turut hadir di rumah duka dan ikut mengangkat jenazah Jamaluddin saat diturunkan dari mobil ambulance Partai Perindo.

Jenazah tiba sekitar 20.00 Wita malam ini Selasa (14/8/2018). Kemudian diangkat ke rumah saudaranya yakni Hj Daeng Bollo untuk diperlihatkan ke keluarga yang lain sebelum di makamkan.

Setelah itu jenazah kemudian langsung dimakamkan usai disemayamkan di rumah saudaranya beberapa menit. Lalu kembali diangkat menuju pemakaman Pattunuang Makassar sekitar pukul 20.30 Wita.

Jenazah Jamaluddin tiba di Makassar diantar oleh istrinya Diana Jamaluddin bersama putrinya Nurul Amalia menggunakan pesawat dari Papua.

Jamaluddin adalah penumpang pesawat jenis Caravana Dimonim Air PK-HVQ/ bersama anaknya Junaidi yang selamat dalam kecelakaan itu. Keduanya korban dari sembilan penumpang dan awak pesawat yang jatuh di pegunungan Papua.

Ditemui Okezone di sela-sela rumah duka, Istri Jamaluddin, Diana mengatakan suaminya ikut dalam penerbangan bersama anak ketiganya yang bernama Jumaidil.

Dikatakan Diana saat pesawat ditemukan oleh Tim SAR gabungan suaminya sudah meninggal dunia. Sementara anaknya Jumaidil beruntung masih bisa selamat.

"Saya juga tidak sempat lihat anak saya. Karna kalau saya ke rumah sakit Bhayangkara sudah tidak sempat lagi. Karena saya urus penerbangan pesawat jenazah suamiku ke Makassar. Saya tidak pernah lihat anakku. Saya baru satu kali ketemu anak saya waktu ditemukan. Ituji sudah," kata Diana daat ditemui Okezone

Saat ini bocah Jumaidil masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura. Namun Diana mengaku anaknya Jumaidil mengalami luka pendarahan di bagian perut serta luka robek di bagian lengannya.

"Lukanya di perutnya sudah dioperasi karena ada darahnya membeku. Tangannya robek. Sudah dirawat dirumah sakit. Jumaidil anak saya ini anak ke 3 dari 3 bersaudara," tutur Diana

Diana mengaku suaminya saat itu naik pesawat dari Bopen menuju ke Oksibil rencana ingin belanja bahan bangunan tapi barangnya belum ada.

Namun suminya tidak memberitahukan perihal pemberangkatan itu ke Diana jika akan berangkat ke Oksibil membeli barang bahan bangunan.

"Itu hari saya jualan lalu saya ditelepon bilang mau berangkat hari Senin mau berangkat. Tau-taunya dia naik (berangkat) hari Sabtu. Tapi hari Sabtu itu dia tidak telpon saya. Saya tidak tau waktu itu dia (Jamaluddin) berangkat," ungkap Diana.

Bahkan Diana mengaku sempat melihat pesawat yang ditumpangi suaminya bersama anaknya itu sebelum dilaporkan jatuh.

"Makanya itu orang balusu saya dikasi tau. Sempat itu hari sore saya lihat itu pesawat saya tunjuk ada pesawat. Saya lihat kenapa pesawat bisa masuk ke kabut. Tidak ada suara langsung jatuh," ungkap Diana.

Saat pesawat dilaporkan jatuh dan ditemukan oleh Tim SAR pihak keluarga belum memberitahukan ke Diana bahwa suami dan anaknya menjadi korban.

Bahkan saat suaminya ditemukan meninggal dunia di lokasi jatuhnya pesawat, pihak keluarga belum menyampaikan dengan alasan menunggu waktu yang tepat.

"Saya tidak dikasitau sama keluarga. Saya dikasitau sama orang-orang semua. Saya di sini (Makassar) mungkin sampai seminggu setelah itu saya kembali lagi ke Jayapura. Saya urus dulu pemakaman suami," tutur Dia.

"Saya juga sudah mendapat sumbangan dari gubernur itu ada 10 Juta, kepolisian Oksibil. Jasa raharja sudah saya ambil dan sementara saya urus. Kalau pihak maskapai kami juga menunggu," lanjut Diana.

Sementara salah satu keluarga Jamaluddin, Hasrun yang (48) ditemui usai pemakaman mengatakan saat peristiwa itu Jamaluddin bersama anaknya Jumaidil ke Tanah Merah menggunakan pesawat.

"Jadi mereka pergi belanja untuk keperluan bahan bangunan. Ketika dia balik ke kampung kapalnya kecelakaaan. Kebetulan beliau juga punya bangunan kontraktor di tanah merah," kata Hasrun

Selain membeli barang Jamaluddin juga mengunjungi saudaranya yang bernama Emmang. "Jadi dia juga mengujungi saudaranya," kata Hasrun.

Saat jenazah Jamaluddin dibawa ke pamakaman ratusan orang ikut mengantar dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

Hasrun mewakili pihak keluarga berterimaksih kepada kepolisian dan pemerintah Makassar yang telah membantu proses pemulangan hingga pemakaman.

"Kami sangat bersyukur karena bapak Kapolda memperhatikan sekali ini. Dengan jajaran Kapolsek hingga pemerintah," ucap Hasrun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini