nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Depan 11.033 Maba Brawijaya, Menteri Susi Cerita Poros Maritim Dunia

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 10:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 15 65 1936718 di-depan-11-033-maba-brawijaya-menteri-susi-cerita-poros-maritim-dunia-GHn0lOrKNG.jpg Foto: Menteri Susi Kuliah Umum di UB (Dok UB)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan kuliah umum kepada 11.033 mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) pada Selasa 14 Agustus 2018, di Gedung Samantha Krida, Malang.

Susi menyampaikan Indonesia dengan wilayahnya yang terdiri dari 71% lautan, dan hanya 29% daratan berpotensi menjadi poros maritim dunia.

Menurut Susi, sudah seharusnya bangsa Indonesia hidup sejahtera dan kuat karena kemaritiman. Akan tetapi, dalam beberapa dekade terakhir konsentrasi pembangunan di Indonesia tidak pada kemaritiman.

"Untuk itu arah pembangunan saat ini yaitu menjadikan laut Indonesia sebagai poros maritim dunia, yaitu titik tolak kegiatan ekonomi maritim, dan juga menjadikan laut sebagai bekal masa depan bangsa," ungkap Susi seperti dikutip Okezone dalam situs Universitas Brawijaya, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

 

Beberapa langkah telah dilakukan dalam mewujudkan visi tersebut. Salah satunya mengeksekusi UU Pasal 45 tahun 2009 pasal 69 yaitu prosedur penenggelaman kapal asing ilegal yang terbukti melakukan praktik pencurian ikan. Sampai saat ini, Menteri Susi menyebut telah menggelamkan 383 kapal pencuri ikan di perairan Indonesia.

"Penenggelaman kapal juga bermanfaat bagi ketersediaan ikan, karena kapal yang karam dapat menjadi rumah ikan untuk mereka beranak-pinak, sehingga tidak mubazir untuk dilakukan," katanya.

Sementara itu dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 terkait sektor perikanan tangkap nasional juga sudah diatur bahwa penangkapan ikan sepenuhnya diserahkan kepada nelayan Indonesia, sedangkan investasi asing hanya untuk sektor pengolahan.

"Hal ini menegaskan bahwa kedaulatan ada penuh di tangan kita," tegasnya.

Kemaritiman menurut Susi menjanjikan masa depan yang baik bagi generasi penerus bangsa.

"Semua bidang ilmu diperlukan untuk pembangunan kemaritiman Indonesia. Tidak hanya pada bidang Ilmu Perikanan dan Kelautan saja, tetapi kita juga membutuhkan ahli hukum, insinyur, ekonom, bahkan sosial politik tentang kemaritiman," ujarnya.

 

Untuk itu, kepada seluruh mahasiswa baru, dia berpesan untuk mengawal tiga pilar kelautan dan perikanan yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan integritas.

"Dengan menjaga tiga pilar tersebut, saya yakin Indonesia akan menjadi negara besar yang disegani. Di sini kalian akan belajar dan menjadi sarjana. Akan ada banyak orang pintar, kaya, dan hebat, namun tetaplah jaga integritas dan kejujuran. Integritas dan kejujuran akan membuat kalian berbeda," ungkapnya.

Dia pun mengapresiasi visi UB menjadi World Class Entrepreneurial University.

"Era globalisasi membawa arus teknologi yang luar biasa canggih. Banyak pekerjaan konvensional tergerus karena semua dapat dilakukan melalui smart phone. Contohnya pengurangan jumlah pegawai di sektor perbankan," katanya.

Untuk itu kata Susi, universitas harus mempersiapkan akan kemana para mahasiswa setelah lulus kuliah. "Saya apresiasi visi UB menjadi WCEU, jika para lulusan akan menjadi pebisnis, akan membuka banyak lapangan kerja. Maka teruslah bekerja. Pertahankan semangat dan kebahagiaan kalian menjadi mahasiswa baru sampai masa depan! Semoga UB dapat mencetak SDM yang penuh dedikasi untuk negara!" pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini