nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Tewas Ambruknya Jembatan Layang Genoa Kembali Bertambah, PM Italia Umumkan Masa Darurat

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 16 Agustus 2018 08:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 16 18 1937250 korban-tewas-ambruknya-jembatan-layang-genoa-kembali-bertambah-pm-italia-umumkan-masa-darurat-tTJmmE0iwG.jpg Jembatan Morandi di Genoa, Italia ambruk saat hujan deras. (Foto: AFP)

GENOA - Korban tewas akibat ambruknya jembatan layang di Genoa, Italia, mencapai setidaknya 39 orang, hingga Rabu, 15 Agustus petang waktu setempat.

Tim penyelamat mengatakan masih ada harapan untuk menemukan orang-orang dalam keadaan hidup yang diperkirakan berada di bawah reruntuhan atau puing-puing Jembatan Morandi yang ambruk di tengah cuaca buruk pada Selasa pagi tersebut.

Jembatan yang ambruk ini menyebabkan mobil-mobil jatuh dari ketinggian 45 meter.

BACA JUGA: Korban Tewas Jembatan Ambruk di Italia Bertambah Menjadi 37 Orang

Dalam perkembangan terkait, Perdana Menteri Giuseppe Conte memberlakukan keadaan darurat 12 bulan dan menyiapkan dana awal senilai lima juta euro atau sekitar Rp82,7 miliar untuk menangani kecelakaan.

Insiden ini membuat publik di Italia marah dan mereka mempertanyakan bagaimana infrastruktur penting ini bisa ambruk dan menewaskan belasan orang.

Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini menegaskan siapa pun yang bertanggung jawab akan diproses berdasarkan sistem yang berlaku.

"Saya melewati jembatan layang ini ratusan kali. Sebagai rakyat Italia, saya akan menemukan semua pejabat yang bertanggung jawab, baik di masa lalu maupun sekarang. Tak bisa diterima sama sekali harus ada yang meninggal di Italia dalam kejadian seperti ini," kata Salvini.

Dikhawatirkan bagian-bagian lain dari jalan layang ini akan juga ambruk dan pihak berwenang sudah memerintahkan evakuasi agar tidak jatuh korban susulan.

Hingga Rabu petang lebih dari 400 orang sudah diungsikan.

Menteri Perhubungan Danilo Toninelli mengatakan kecelakaan ini adalah "tragedi besar" dan Prancis telah menawarkan bantuan untuk Italia.

Saham Atlantia, operator jalan tol yang bertanggung jawab atas sebagian besar jalan tol di negara itu, melemah 6,3% begitu muncul berita kecelakaan. Operator ini sekarang menerima banyak kecaman.

"Ini tidak dapat diterima karena jembatan yang begitu penting ... tidak dibangun untuk mencegah ambruk seperti ini," kata Wakil Menteri Perhubungan Edoardo Rixi di Genoa seperti dikutip kantor berita Reuters.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam cuitannya menulis duka untuk rakyat Italia, dalam bahasa Italia dan Prancis. Ia mengatakan Prancis siap untuk menawarkan bantuan yang diperlukan.

Mengapa jembatan ini runtuh?

Jembatan ambruk pada sekitar pukul 11:30 waktu setempat (16:30 WIB) pada saat hujan deras. Polisi melaporkan bunyi keras.

"Sekitar pukul 11:30 kami melihat petir menyambar jembatan," kata saksi mata Pietro M all'Asa seperti dikutip kantor berita Italia, Ansa. "Dan kami lihat jembatan itu ambruk."

Saat itu kondisi macet, kata seorang saksi mata kepada televisi Italia.

BACA JUGA: Jembatan di Jalan Tol Ambruk, 22 Orang Tewas

Mobil-mobil dan truk terperangkap dalam puing-puing dan gedung-gedung di sekitar rusak, menurut fotografer AFP yang berada di lokasi.

Satu gambar menunjukkan satu truk berada di ujung jembatan sebelum ambruk.

Seberapa penting jembatan itu?

Jembatan Morandi, yang dibangun pada 1960-an, terletak di jalan bebas hambatan A10, yang melintas dari kawasan Riviera Italia ke pesisir selatan Prancis.

Bagian jembatan yang rusak panjangnya puluhan meter dan terbentang di atas Sungai Polcevera.

Fondasi jembatan tengah diperbaiki saat jembatan itu ambruk namun struktur tetap diperhatikan, kata operator jalan tol seperti dikutip Reuters.

Pemerintah baru di Italia sudah berjanji untuk menaikkan anggaran infrastruktur.

Pada 2006 pemerintah Italia mengeluarkan anggaran 14 miliar euro untuk jalan namun angkanya turun di bawah empat miliar euro pada 2010, menurut data yang diperoleh Organisasi Kerja Sama Ekomomi dan Pembangunan, OECD.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini