nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Kritik Upaya Serbia Tutupi Sejarah Pembantaian Muslim Srebrenica

Antara, Jurnalis · Kamis 16 Agustus 2018 16:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 16 18 1937497 as-kritik-upaya-serbia-tutupi-sejarah-pembantaian-muslim-srebrenica-5a6BZXHJna.jpg Monumen peringatan peristiwa pembantaian Muslim di Srebrenica. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Amerika Serikat pada Rabu mengatakan bahwa Republik Srpska --sebuah wilayah otonomi di Bosnia, yang didominasi oleh etnis Serbia-- berupaya menutupi fakta sejarah pembantaian 8.000 Muslim di sekitar Srebrenica pada masa perang 1992-1995.

Pada Selasa pagi, parlemen Republik Srpska memutuskan untuk mencabut pengakuan terhadap sebuah laporan yang ditulis tahun 2004 oleh Pengadilan Kejahatan Internasional bagi Bekas Yugoslavia (ICTY) dan Mahkamah Internasional.

Laporan itu menyimpulkan bahwa pasukan militer etnis Serbia telah melakukan genosida terhadap warga sipil Muslim.

BACA JUGA: Serbia Tangkap Tujuh Jagal Pembantaian Srebrenica

Keputusan parlemen Republik Srpska itu kemudian dikecam oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa pengesahan laporan ICTY terkait pemusnahan suku di Srebrenica adalah sebuah langkah perujukan yang penting.

"Keputusan sidang Dewan Nasional Republik Srpska pada 14 Agustus lalu adalah sebuah langkah yang salah arah," kata siaran tertulis Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

"Upaya untuk menolak laporan terkait Srebrenica adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengubah fakta-fakta peperangan masa lalu, untuk menutupi sejarah, dan untuk mempolitisasi tragedi," kata mereka.

"Penting bagi warga Republik Srpska untuk membalik kecenderungan yang memperlakukan para penjahat perang sebagai pahlawan, dan memastikan bahwa kejahatan yang telah mereka lakukan untuk tetap ditolak," kata mereka.

Keputusan parlemen mencabut pengakuan terhadap laporan genosida Srebrenica merupakan inisiatif dari pemimpin wilayah Presiden Milorad Dodik yang memang dikenal punya pandangan nasionalis.

Sejumlah analis mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya dari partai penguasai di sana untuk memobilisasi dukungan menjelang pemilihan umum pada Oktober mendatang.

Dodik adalah tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan Republik Srpska dari Bosnia. Dia juga dikenal selalu menolak kesimpulan oleh ICTY dan Mahkamah Internasional yang menggolongkan insiden di Srebrenica sebagai genosida.

BACA JUGA: Belanda dan PBB Bertanggung Jawab atas Kematian 300 Muslim di Srebrenica

Meski mengakui bahwa kejahatan memang terjadi, Dodik mengatakan bahwa ICTY dan Mahkamah Internasional menggelembungkan jumlah pembunuhan dalam laporan mereka. Dia juga menuntut agar laporan itu lebih adil dengan memasukkan korban dari pihak etnis Serbia.

Dalam keputusannya, parlemen Republik Srebrenica menuntut pembentukan komisi internasional yang baru untuk menyelidiki penderitaan semua warga di kawasan Srebrenica.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini