Share

Rusia, China, Korut dan Iran Disebut Berusaha Campuri Pemilu Sela AS

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 20 Agustus 2018 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 20 18 1938861 rusia-china-korut-dan-iran-disebut-berusaha-campuri-pemilu-sela-as-yPqY7koz5a.jpg Penasihat Keamanan Nasional untuk Gedung Putih, John Bolton. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton menuding bahwa Rusia, China, Korea Utara dan Iran akan berusaha mencampuri pemilihan umum sela Amerika Serikat (AS) 2018. Namun, Bolton menolak untuk memberikan bukti terkait klaimnya tersebut.

"Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa itu adalah kekhawatiran keamanan nasional tentang campur tangan China, campur tangan Iran, dan campur tangan Korea Utara bahwa kami mengambil langkah untuk mencoba mencegahnya, jadi dari keempat negara itu," kata Bolton dalam perbincangan di acara ‘This Week’ yang disiarkan stasiun ABC pada Minggu.

BACA JUGA: Jelang Pemilu Sela, AS Berusaha Cegah Terulangnya Campur Tangan Rusia

Komentar itu disampaikan Bolton ketika ditanya mengenai tweet presiden Donald Trump yang menuding ada ‘orang bodoh’ yang hanya melihat ke Moskow meski ancaman mungkin juga datang dari Beijing.

Ketika ditanya apa yang telah dilakukan China dalam pemilu AS, Bolton tidak memberikan jawaban dan hanya menyatakan kepada pemandu acara, Martha Raddatz bahwa empat negara yang dia sebutkan kemungkinan akan berusaha memanipulasi hasil jajak pendapat.

"Saya tidak akan masuk ke - apa yang saya lihat atau belum lihat, tapi saya beritahu Anda, melihat pemilihan 2018, mereka adalah empat negara yang paling kami khawatirkan," ujarnya sebagaimana dilansir RT, Senin (20/8/2018).

BACA JUGA: 13 Warga Rusia Didakwa Campuri Pemilihan Presiden AS 2016

Menjelang berlangsungnya pemilu sela pada November mendatang, kecemasan mengenai adanya campur tangan asing semakin menguat. Sejumlah politisi di AS, badan intelijen merasa yakin Rusia akan berusaha memanipulasi pemungutan suara, bahkan ada yang sudah menuding Moskow bertanggungjawab dalam hasil di beberapa negara bagian.

Selain Rusia, AS telah berulangkali menuduh Iran dan Korea Utara melakukan peretasan dan berusaha mencuri rahasia Negeri Paman Sam. Sementara China diyakini telah memiliki rencana jangka panjang untuk menggantikan AS sebagai negara terkuat dan berpengaruh di dunia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini