nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lombok Timur Diguncang Gempa 6,9 SR, Lapangan di Mataram Penuh Pengungsi

Antara, Jurnalis · Senin 20 Agustus 2018 04:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 20 340 1938720 lombok-timur-diguncang-gempa-6-9-sr-lapangan-di-mataram-penuh-pengungsi-mebipkUOqO.jpg (Foto: Istimewa)

MATARAM - Lapangan terbuka di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), penuh pengungsi yang mendirikan tenda pascagempa tektonik 6,9 Skala Richter (SR) yang berpusat di Lombok Timur pada Minggu 19 Agustus, malam.

Dari pantauan di Mataram, Senin dini hari, lapangan yang dipenuhi oleh pengungsi itu, seperti di halaman Gedung TVRI, lapangan di dekat Islamic Center Jalan Udayana dan Lapangan Auri.

Mereka mendirikan tenda alakadarnya karena tidak berani untuk pulang ke rumah, mengingat guncangan gempa yang berturut-turut SEhingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan jiwanya.

Tidak sedikit pula, warga yang mendirikan tenda ala kadarnya di atas trotoar seperti di Jalan Majapahit. Bahkan tidak sedikit yang tidur hanya beralaskan tikar saja tanpa menggunakan terpal.

Sebenarnya pada Minggu pagi, warga sudah banyak yang meninggalkan tenda pengungsian. Namun kembali lagi setelah dua kali gempa susulan yang terjadi pada Minggu siang dengan kekuatan 5,4 SR dan 6,5 SR yang berpusat di Lombok Timur.

Seperti warga yang tinggal di kawasan Senggigi, semula sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun ketika gempa terjadi pada Minggu siang, warga kembali lagi ke pengungsian.

"Ditambah lagi dengan gempa susulan pada Minggu malam," kata seorang warga Senggigi.

Kendaraan ambulans yang membawa korban gempa tektonik 7 Skala Richter, hilir-mudik menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mobil ambulans itu melaju kencang dari arah barat ke arah timur Jalan Majapahit menuju RSUD Kota Mataram.

Bahkan terlihat juga beberapa mobil bak terbuka melaju kencang membawa korban sambil menyalakan lampu mobil warna kuning. Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di Jalan Majapahit, mendirikan tenda karena masih khawatir untuk kembali ke rumah.

Sampai saat bera ini diturunkan belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram terkait korban jiwa akibat gempa 6,9 SR.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini