nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelempar Bom Molotov ke Gereja di Makassar Lukai Polisi saat Ditangkap

Herman Amiruddin, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 20:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 21 340 1939691 pelempar-bom-molotov-ke-gereja-di-makassar-lukai-polisi-saat-ditangkap-sKsRZOUCeu.jpg TKP Pelemparan Molotov di Gereja Makassar (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Jampardi alias Jampang (18) pelaku pelempar bom molotov di Makassar melukai satu anggota kepolisian ketika hendak ditangkap di sebuah lorong yang tak jauh dari lokasi kebakaran gereja.

Anggota kepolisian yang terkena luka yakni anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale Polsek Panakukang Bripka Muh. Ismail.

Pelaku mencoba melakukan perlawanan sehingga menyebabkan tangan Bripka Muh Ismail mengalami luka pada bagian kanan saat pelaku meronta-ronta coba melepaskan diri.

Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan saat anggota Reskrim Polsek Panakukang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 09.45 wita, Bripka Muh. Ismail mendapatkan informasi keberadaan pelaku.

"Dari hasil rekaman CCTV anggota mengetahui ciri pelaku dan langsung menyimpulkan bahwa pelaku adalah J. Dan pada saat olah TKP anggota mengetahui pelaku sedang berada di bengkel motor samping gereja," kata Ananda.

Selanjutnya kata Ananda, Bripka Ismail kemudian mengajak anggota yang lain untuk melakukan pengangkapan terhadap pelaku.

Pelaku yanga mengetahui kedatangan polisi langsung melarikan diri menuju Adhyaksa Lorong 2, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran.

Adapun anggota yang ikut mengejar sebut Ananda yakni Kanit Reskrim Iptu Ahmad, Kasi Humas Bripka Ahmada, Bhabinkamtibmas Kel. Masale Bripka Muh. Ismail, Aipda Supriyadi Nurdin (Intel Polsek Panakkukang) serta Piket Reskrim Bripka Muh. Kazim

"Jadi pelaku yang sudah terkepung oleh warga, berhasil dibtangkap oleh Bripka Ismail, pelaku mencoba melakukan perlawanan sehingga menyebabkan tangan Bripka Muh. Ismail mengalami luka pada bagian kanan saat pelaku merontah-rontah coba melepaskan diri," jelas Ananda

Sementara motif dibalik pelemparan bom molotov oleh pelaku ke gereja itu diduga karena kesal terhadap pihak gereja.

Kesal lantaran, pihak gereja meningkatkan kewaspadaan dengan memasang CCTV di sekitar gereja. Ditambah lagi para jemaat gereja yang sering begadang melakukan ronda sampai pagi akibat sering terjadi pencurian.

"Motif pelaku percobaan pembakaran gereja karena pelaku kesal sehingga nekat membakar pintu gereja. Pelaku ini merupakan residivis kasus pencurian," terang Ananda.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini