nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pembakaran Gereja di Makassar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 01:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 21 340 1939720 polisi-masih-dalami-motif-pelaku-pembakaran-gereja-di-makassar-sNxjVDWuj9.jpg TKP pembakaran gereja di Makassar. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR – Motif pelemparan bom molotov yang dilakukan Jampardi alias Jampang (18) ke Gereja Jemaat Masale yang berada di Jalan Adhyaksa Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, masih terus didalami polisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika mengatakan, pelaku adalah residivis kasus pencurian yang sebelumnya kerap melakukan aksinya di Panakukang.

"Pelaku ini kerap melakukan pencurian di Kecamatan Panakukang. Saat ini kami masih mendalami. Mungkin pelaku ini mencoba melakukan pencurian lagi pada gereja tersebut," kata Diari

Ia menyebutkan, dari pengakuannya, pelaku pelaku mendapat perasaan yang tidak menyenangkan. Sebab pelaku tak terima dituduh sebagai pencuri.

"Ada perasaan yang tidak enak karena pelaku selalu dituduh melakukan pencurian di gereja tersebut mau pencurian sebelumnya," ungkap Diari.

Diari mengaku botol yang berisi bensin yang dibawa oleh pelaku tidak dilempar ke gereja. Namun, botol itu sengaja.

Gereja di Makassar dibakar pelaku. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

"Bukan melempar dia membakar menyelipkan botol yang berisi bahan bakar. Dari botol itu kemudian pelaku membakar botol itu kemudian merembet ke pintu maupun dinding gereja," jelas Diari.

Hal itu dibuktikan dengan adanya rekaman CCTV yang diambil oleh polisi dari gereja tersebut.

"Karena dilihat dari rekaman CCTV tidak ada pelemparan yang dilakukan oleh pelaku. Namun membakar langsung disitu pada botol yang berisi bahan bakar," ungkap Diari

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Diari, cara dia melempar tidak seperti pada umumnya dengan jarak jauh. Tapi dari jarak dekat. Pelaku juga telah menjalani tes urine di Unit Reskrim Polrestabes Makassar.

"Motifnya masi kami dalami. Namun sementara aja karna mungkin dia mau mencuri lagi. Karna sebelumnya dia pernah melakukan pencurian di gereja maupun di sekitar gereja di Kecamatan Panakukang," tutur Diari.

Sementara itu, Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan percobaan pembakaran pintu gereja dilakukan pelaku pada Senin (21/8/2018) sekitar pukul 05.00 Wita.

Ananda menjelaskan, kasus percobaan pembakaran berawal saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale Bripka Muh Ismail mendapat info sekitar pukul 08.30 Wita.

Bom Molotov (Foto: Shutterstock)

"Anggota Bhabinkamtibmas mendapata informasi kalau telah terjadi kebakaran di Gereja Toraja Jemaat Masale yang menyebabkan ventilasi pintu gereja terbakar," terang Ananda.

Selanjutnya Bripka Muh Ismail yang berada di TKP langsung menghubungi Piket Reskrim Polsek Panakkukang dan langsung dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian ditemukan 1 buah botol minuman yang sudah meleleh (bekas terbakar). Anggota kepolisian kemudian mengecek CCTV gereja.

"Berdasarkan hasil rekaman CCTV, anggota langsung menyimpulkan pelaku pembakaran adalah inisial J. Pelaku merupakan residivis kasus pencurian," terang Ananda.

Ananda menjelaskan bahwa motif pelaku membakar gereja karena kesal kepada pihak gereja.

(Baca Juga : Ini Kronologi Pelemparan Bom Molotov ke Gereja di Makassar)

Di mana pihak gereja selalu meningkatkan kewaspadaan dengan memasang sejumlah CCTV. Apalagi jemaat gereja rutin melakukan ronda sampai pagi.

"Akibat sering terjadi pencurian pihak gereja meningkatkan kewaspadaan dengan ronda sampai pagi. Dan memasang CCTV. Sehingga pelaku kesal nekat membakar pintu gereja," tutur Ananda.

(Baca Juga : Pelempar Bom Molotov ke Gereja di Makassar Lukai Polisi saat Ditangkap)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini