nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Mahasiswa ITB Buat Desain Pengungsian untuk Eropa Timur

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 14:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 22 65 1939920 5-mahasiswa-itb-buat-desain-pengungsian-untuk-eropa-timur-2bbRP5vunN.jpg Mahasiswa ITB Buat Desain Shelter Pengungsi di Daerah Eropa Timur (Foto: ITB)

JAKARTA – Lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 American Society of Heating Refrigerating and Air Conditioning (Ashrae) 2018 kategori Applied Engineering Challenge pada Juli 2018 lalu.

Ashrae merupakan sebuah asosiasi global yang bergerak di bidang pemanasan, pendinginan, dan pengondisian udara yang biasa disingkat “HVAC & R”. ASHRAE sekaligus menjadi nama penyelenggara serta nama kompetisi yang diikuti Mahasiswa ITB ini.

Adapun lima mahasiswa ITB tersebut, Iik Wahyu Anggara (Teknik Mesin, 2014), Katon V. Widayaswara (Teknik Mesin, 2014), Yoga H. Putra (Teknik Mesin, 2014), M. Ilham Akbar (Teknik Arsitektur, 2014), dan Fahmi Rizaldi (Teknik Fisika, 2015). Pada kompetisi ini, Tim ITB membuat desain shelter untuk pengungsi di daerah Eropa Timur.

Menurut salah satu anggota tim Katon mengatakan keunikan desain yang dibuat di antaranya adalah adanya skylight sebagai pasive heating untuk membantu menghangatkan ruangan dalam shelter. Desain shelter yang dibuat Katon dan tim mengatur kemiringan skylight sedemikian rupa sehingga dapat menerima cahaya matahari semaksimal mungkin saat musim dingin.

“Penggunaan skylight sebagai passive heating pada desain shelter kami ini, bisa menghemat energi sebesar 12,5% setiap harinya di musim dingin,” ucap Katon seperti dilansir pada laman ITB, Rabu (22/8/2018).

Dalam menghadapi musim panas, Tim ITB ini juga menggunakan material khusus pada desain shelternya. Polyurethan adalah material dinding yang dipilih dikarenakan memiliki konduktivitas thermal yang rendah. Porous material dipilih sebagai pembuat atap untuk membantu menahan panas dari luar shelter.

“Selain dari sisi HVAC&R shelter kami juga didesain agar mudah dirakit, penggunaan ruangan yang efektif, dan ramah terhadap orang dengan disabilitas,” pungkas ketua tim ini.

Keberhasilan mereka dalam membuat desain shelter tersebut hingga menjadi juara merupakan hasil dari jerih payah anggota tim yang kompeten di bidangnya.

“Di sini kami saling bertukar pendapat mengenai HVAC&R selaku mahasiswa dari berbagai jurusan. Memang HVAC&R sendiri bidangnya cukup luas sehingga melibatkan berbagai jurusan,” tutur Katon.

Namun, salah satu tantangan yang harus dihadapi Katon beserta timnya dalam persiapan lomba adalah menyesuaikan jadwal kumpul bersama dari anggota berbagai jurusan ini. Atas prestasinya tersebut, tim tersebut berhasil mendapatkan penghargaan Ganesha Karya dari Rektor ITB pada sidang terbuka Mahasiswa Baru 2018.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini