nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Belum Deteksi "Aftershock" Pascagempa 5,4 SR di Bali

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 07:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 23 340 1940132 bmkg-belum-deteksi-aftershock-pascagempa-5-4-sr-di-bali-lD4MJ5oN9E.jpg Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)

DENPASAR – Pascagempa bumi yang lokasinya di selatan Bali, wilayah Samudera Hindia, pada pukul 06.48 Wita, Kamis (23/8/2018), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat belum ada aktivitas gempa susulan (aftershock). Gempa tektonik ini episenternya terletak di koordinat 9,48 lintang selatan dan 114,75 bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 103 kilometer arah barat daya Kota Denpasar pada kedalaman 68 km.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III-Denpasar Drs Mohamad Taufik Gunawan, Dipl SEIS, mengatakan hasil analisis pihaknya menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan 5,4 skala Richter (SR) yang selanjutnya dilakukan pemuktahiran menjadi 5,1 SR.

"Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," sebutnya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik (thrust fault). Dampak Gempa bumi ini berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Kuta, Jimbaran, Denpasar II SIG-BMKG (III-IV MMI), Mataram, Lombok barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur II SIG-BMKG ( III MMI), Gumuk Mas (Jember) I-II SIG-BMKG (II-III MMI).

Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

"Hingga pukul 06.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tegas dia.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini