nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Perkuat Kompetensi Guru, Mendikbud Gelar Diklat Keahlian Ganda

Hessy Trishandiani, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 16:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 24 1 1940956 dukung-perkuat-kompetensi-guru-mendikbud-gelar-diklat-keahlian-ganda-7nD73X9Mh8.jpg Mendikbud Muhadjir Effendy dalam kesempatan yang berbeda (Foto: Okezone)

BOGOR – Meningkatkan kemampuan memang tergantung dari keinginan dari masing-masing individu. Pentingnya mengasah keahlian ini juga menjadi salah satu yang menjadi perhatian pemerintah terhadap para guru.

Untuk itu, berbagai kursus dan diklat seringkali digelar oleh Kemendikbud demi meningkatkan skill dan kompetensi para guru. Seperti halnya acara Pelatihan Program Sertifikasi Pendidik dan Sertifikasi Keahlian Bagi Guru SMA/SMK (Keahlian Ganda) Angkatan II yang dihadiri oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy.

Dalam acara yang berlangsung di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bisnis dan Pariwisata (PPPPTK Bispar), Bogor, Jawa Barat tersebut, Mendikbud berpesan agar para guru meluruskan niat untuk memperkuat kompetensi siswa di sekolah, bukan hanya sekadar berburu sertifikat.

“Niatnya harus diluruskan betul, bapak ibu diikutkan keahlian ganda untuk memperkuat kompetensi di sekolah, supaya siswa-siswa kompetensinya terjamin betul. Ikut (pelatihan) ini sebetulnya pintu masuk, belajar mandiri, untuk kemudian Saudara kembangkan sendiri,” tutur Mendikbud.

Selain itu, Mendikbud juga mendorong guru peserta diklat dapat berbagi ilmu serta pengalaman yang didapat selama pelatihan dengan guru-guru lain. Ia memahami bahwa masih banyak guru yang belum mendapatkan kesempatan pelatihan serupa, meskipun bisa saja sudah memiliki kompetensi pada bidang yang dilatihkan.

Mendikbud pun mengaku senang dengan prestasi kerja guru yang telah mengikuti diklat keahlian ganda. “Berdasarkan evaluasi sementara, prestasi kerja guru yang mengikuti diklat keahlian ganda ini lumayan bagus. Kemarin agak ragu, misal guru fisika diminta memimpin keahlian mesin, untuk switch-off, ternyata bagus. Jadi menurut saya tidak ada halangan, meskipun Anda guru adaptif atau normatif,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, Sekretaris Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, Nurzaman, serta Kepala PPPTK Bispar, Djuariati Azhari, juga hadir dalam kesempatan tersebut. Dalam laporannya, Djuariati menyampaikan, sebanyak 415 orang guru telah menyelesaikan pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan dan telah menyelesaikan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini